Tari Merak: Sejarah, Makna, Gerakan, dan Kostum

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari Merak adalah tari kreasi yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Seiring perkembangan zaman, tarian indah yang dipentaskan oleh minimal 3 pasang penari ini akhirnya meluas ke seluruh Indonesia, bahkan pernah dipentaskan di luar negeri.
Sejarah Tari Merak
Tarian ini diciptakan oleh seniman Sunda yang bernama Raden TjeTje Somantri sekitar tahun 1950.
Berkat tugas Presiden Soekarno untuk menyiapkan New York World's Fair pada tahun 1965, Irawati Durban Ardjo, seorang seniman tari ternama diminta untuk menyempurnakan tari Merak.
Irawati pun mengamati gerak-gerik burung merak, sehingga menambahkan gerakan bercerita, yang terinspirasi dari burung merak jantan yang bersolek untuk memesona dan menarik perhatian si merak betina.
Tarian Merak Irawati ini akhirnya berhasil menampilkan nuansa klasik Sunda baru yang terus dipentaskan sampai detik ini.
Makna Tari Merak
Tarian merak juga dipadukan dengan beberapa gerakan klasik tari Sunda, hingga jadi lebih indah dan bermakna. Tarian ini secara keseluruhan menunjukkan rasa kagum terhadap keindahan burung merak.
Gerakan tari merak juga mengandung berbagai nilai religi berupa rasa syukur atas keindahan ciptaan Tuhan dan kehalusan budi yang tergambar dari gerakan indah yang terstruktur dengan rapi.
Gerakan Tari Merak
Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, inilah gerakan dasar tari Merak:
Galier: gerakan memutar kepala yang diadaptasi dari gerakan burung merak ketika menoleh
Gilek: gerakan menggoyangkan kepala dan leher ke kiri dan kanan, hingga membentuk angka delapan, yang terinspirasi dari gerakan burung merak ketika menggelengkan kepala
Ukel alias mucuk: gerakan memutar tangan
Selut: gerakan tangan kiri dan kanan ke depan atau atas secara bergantian
Ngoreh: gerakan kaki yang menggaruk-garuk tanah, terinspirasi dari gerakan burung merak ketika mencari makanan
Trisik: gerakan peralihan antara 2 gerak pokok di dalam susunan tari yang mengandung unsur berkeliling sambil berjinjit
Kostum Tari Merak
Berikut deretan kostum yang dikenakan para penari Merak:
Bagian kepala: siger, sanggul, tutup sanggul, bunga sanggul, susumping, dan suweng alias anting
Bagian tubuh: kilat bahu, gelang tangan, apok, kace, beubeur, sinjang, soder, dan buntut merak
Setelah mengetahui sejarah, makna, gerakan, dan kostum tari Merak, apakah kamu tertarik untuk mempelajarinya? (BRP)
