Tasawuf adalah Ilmu Pengetahuan Vital, Kenali Sejarah dan Pengertiannya

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tasawuf berasal dari bahasa Arab, dengan akar kata shafa - tashawwafa – yatashawwafu, yang memiliki arti jernih, bersih, atau suci. Sifat-sifat ini dilekatkan pada mereka yang memiliki hati yang suci dan bersih, sebagai hasil dari latihan kerohanian yang amat dalam, menjauhi segala sifat kotor dan nafsu duniawi (Amin, 2012: 4).
Secara istilah, tasawuf dijelaskan Syaikh Ibnu Ajibah sebagai ilmu yang membawa seseorang agar bisa dekat bersama dengan Tuhan Yang Maha Esa melalui penyucian rohani dan mempermanisnya dengan amal-amal shaleh. Jalan tasawuf yang pertama dengan ilmu, yang kedua amal dan yang terakhirnya adalah karunia Ilahi.
Sementara itu Al-Junaidi berpendapat bahwa tasawuf adalah kegiatan dalam rangka membersihkan hati, memadamkan kelemahan, menjauhi hawa nafsu, mendekatkan kepada hal-hal yang di ridhai Allah, bergantung pada ilmu, menyebarkan nasihat kepada orang lain, memegang erat janji Allah serta mengikuti contoh Rasulullah dalam hal syariat.
Sejarah Tasawuf, Ilmu Pengetahuan Vital dalam Islam
Ilmu pengetahuan mengenai kesucian hari ini telah tumbuh dan berkembang berabad silam, bahkan jauh sebelum Nabi Muhammad diutus. Ilmu Tasawuf memiliki banyak faidah, di antaranya sebagai alat untuk menghadapi godaan kehidupan ini. Tokoh-tokoh besar Islam seperti Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro, menentang penjajahan karena mendalami tasawuf. Diluar, Amir Abdul Kadir al-Jazairi juga berani melawan kolonialisme Perancis akibat dari pemahamannya mengenai tasawuf.
Pada abad kedua, Tasawuf berkembang di dua kota, Kufah dan Bashrah. Seabad kemudian, ilmu ini mulai tumbuh dan berkembang ke kota-kota lain, bahkan hingga ke kota terbesar dunia saat itu, Baghdad. Tasawuf memiliki tiga esensi, yaitu ilmu jiwa, ilmu akhlak, dan ilmu metafisika (ilmu tentang hal gaib).
Ciri Umum Ilmu Tasawuf yang Benar
Mengandung nilai-nilai moral dan spiritual
Tidak ada kandungan sikap menyekutukan Allah
Tidak mengandung ritual aneh yang tidak diperintahkan
Tidak mempraktekkan hal-hal gaib, kanuragan, dan lain sebagainya
Tidak menyentuh hal-hal yang dilarang syariat
Istilah dalam Ilmu Tasawuf
Zuhud
Zuhud berasal dari bahasa arab yaitu zahada, yang artinya benci atau meninggalkan sesuatu. Secara pengertian, zuhud memiliki definisi yakni mengarahkan seluruh hasrat yang dimiliki kepada Allah SWT, sibuk dengan urusan-Nya, dan tidak memprioritaskan kesibukan duniawi.
Perlu diingat, zuhud tidak berarti menolak total urusan dunia. Zuhud yang benar adalah melepaskan diri dan mengosongkan hati dari kesenangan duniawi yang berisiko terhadap berpalingnya seorang hamba dari Tuhannya.
Sabar
Sabar yang dimaksud dalam ilmu Tasawuf kokoh dan stabilnya pendirian. Tidak tergoyahkannya keinginan untuk dekat dengan Allah seberat apapun halangan melintang. Sabar juga tercermin dari kerelaan menjauhi larangan dan tahan terhadap ujian dan penderitaan.
Tawakkal
Tawakkal adalah menyerahkan segala perkara kepada Allah, serta berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, diiringi dengan ikhtiar dan usaha. Tawakkal dalam tasawuf dapat dilihat dari berserah dirinya seorang muslim dalam mencari manfaat tasawuf, serta selalu bersandar dan memperacayakan diri kepada Allah.
Qanaah
Qanaah dapat diartikan sebagai rasa menerima apa yang ada. Qanaah juga berarti ketenangan menghadapi hilangnya sesuatu yang dimiliki.
Qanaah tidak sama dengan sifat malas. Islam tidak menyuruh pemeluknya untuk diam saja dalam kesengsaraan. Islam juga tidak melarang pemeluknya berusaha mengejar apa yang diinginkan. Tetapi qanaah harus tetap ada dalam hati. Sifat qanaah lah yang menghindari muslim jatuh dalam lubang depresi ketika jatuh miskin, atau dilipur lara yang membahayakan ketika ditinggal orang yang dicintai.
Begitulah penjelasan mengenai ilmu tasawuf. Semoga dapat membantu kita menjadi muslim yang lebih baik. (AA)
