Konten dari Pengguna

Teknik Membuat Dialog Tokoh untuk Naskah Fragmen

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membuat dialog tokoh untuk naskah fragmen. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat dialog tokoh untuk naskah fragmen. Sumber: Unsplash

Fragmen merupakan sebutan bagi tampilan drama yang sifatnya singkat atau pendek. Umumnya fragmen juga dikenal sebagai cuplikan dari sebuah lakon yang dipentaskan dalam teater. Meski fragmen memiliki waktu yang relatif singkat, namun ceritanya harus tetap lengkap dengan dimulai dari pengenalan awal, konflik, hingga penyelesaiannya. Agar kita bisa memahami bagaimana cara membuat dialog tokoh untuk naskah fragmen yang baik dalam sebuah pertunjukan, maka simaklah ulasan singkat berikut ini!

Fragmen merupakan drama pendek yang menyajikan adegan-adegan inti yang mana plot atau alur ceritanya relatif sederhana dan ringkas. Untuk dapat menampilkan pertunjukan fragmen yang baik dan menarik, maka kita harus mampu membuat naskah fragmen yang baik pula. Pasalnya naskah cerita ataupun dialog tersebut juga termasuk salah satu faktor penentu kesuksesan lakon di atas panggung nanti.

Ilustrasi membuat dialog tokoh untuk naskah fragmen. Sumber: Unsplash

Teknik Membuat Dialog Tokoh untuk Naskah Fragmen

Dikutip dari buku Sang Penguasa: Sebuah Penciptaan Seni Naskah Drama dan Dua Drama Lainnya, Nur Iswantara (2010), berikut adalah teknik membuat dialog tokoh untuk naskah fragmen yang dapat diikuti oleh pemula:

  1. Menentukan ide gagasan atau tema cerita yang akan disajikan dalam pementasan

  2. Menentukan plot atau alur cerita, apakah cerita akan beralur maju, mundur atau campuran

  3. Menentukan setting atau latar cerita berupa penggambaran tempat, suasana, dan waktu berlangsungnya cerita tersebut

  4. Menentukan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita fragmen, meliputi tokoh utama ataupun tokoh tambahan yang digambarkan berdasarkan fisik, psikologi, dan sosiologisnya

  5. Menyusun dialog antar tokoh berdasarkan tema dan alur cerita yang telah ditentukan

  6. Dialog haruslah berisi hal-hal yang mendukung jalannya cerita fragmen

  7. Dialog perlu disusun dengan bahasa yang mudah dipahami oleh audien

  8. Setiap tokoh harus memiliki dialog yang sesuai dengan karakter yang ia perankan atau disesuaikan dengan latar belakang masing-masing penokohan

Itulah beberapa teknik membuat dialog tokoh untuk naskah fragmen yang dapat dijadikan sebagai bahan referensi pemula. Semoga informasi tersebut dapat dipahami dengan mudah. Semoga bermanfaat! (HAI)