Teknik Menulis Naskah Fragmen dan Contohnya untuk Dipelajari

ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Naskah fragmen merupakan naskah yang berkaitan dengan seni teater atau pertunjukan drama dengan kisah yang dipersingkat. Umumnya pentas fragmen tersebut berisi dialog dan plot yang dipesingkat. Meskipun begitu, namun dalam teknik menulis naskah fragmen tersebut, cerita dramanya harus tetap memiliki plot yang lengkap dari awal, masuknya konflik, dan penyelesaiannya.
Pementasan fragmen dapat dikatakan berhasil jika didukung dengan naskah yang kuat dan bertema menarik. Oleh karena itu, untuk dapat menghasilkan pertunjukan yang menghibur, maka seorang penulis naskah fragmen perlu menguasai beberapa teknik menulis naskah fragmen yang kuat, dan menarik.
Teknik Menulis Naskah Fragmen Beserta Contohnya
Naskah fragmen pada dasarnya dapat pula disebut sebagai skenario. Untuk dapat menggelar pertunjukan yang menarik untuk ditonton dan mampu membuat drama semakin hidup, maka diperlukan naskah atau skenario yang bagus dan menarik pula. Adapun unsur di dalam skenario tersebut haruslah memperhatikan tema, plot cerita, penokohan/aktor dan setting ceritanya.
Dilansir menurut Kemdikbud (2017), agar bisa membuat naskah atau skenario yang menarik, maka berikut adalah teknik menulis naskah fragmen yang harus diperhatikan:
Menentukan tema. Penentuan tema tentu sangat penting karena cerita dalam keseluruhan naskah akan menggambarkan tema tersebut. Disamping itu tema juga dapat menentukan tahapan berikutnya dalam penyusunan plot, pemilihan tokoh, dan pemilihan latar tempat suatu cerita.
Menyusun plot atau alur cerita. Umumnya satu cerita fragmen terdiri dari enam adegan yang terdiri dari pengenalan tokoh, kemunculan konflik, peningkatan konflik, puncak konflik/klimaks, konflik menurun, dan penyelesaian.
Menentukan tokoh. Penentukan tokoh yang sesuai dengan tema dan plot tentu adalah sebuah keharusan agar skenario menjadi padu. Penentuan tokoh tersebut lazimnya digambarkan menurut kondisi fisik dan psikologisnya.
Menentukan setting atau latar cerita. Penentuan setting atau latar cerita tersebut umumnya berkaitan dengan tempat terjadinya suatu peristiwa, namun setting ini sebenarnya juga meliputi penentuan waktu peristiwa juga.
Setelah mengetahui teknik menulis naskah fragmen tadi, maka kita juga bisa menyimak contoh naskah fragmen berikut ini:
Judul : patuh pada orangtua.
Tema : sosial.
Tokoh: Tomy, Lisa, dan Sinta
Sinopsis drama:
Tomy sedang ngobrol dengan Lisa disebuah taman yang tidak jauh dari rumah mereka. Tomy dan Lisa adalah dua remaja yang sangat patuh pada orangtua. Tidak lama kemudian datanglah Sinta. Sinta adalah sosok remaja yang kurang memperhatikan perintah orangtua dan sering melanggarnya.
Sinta : Eh.. ada apa kok kelihatannya lagi pada serius gitu?
Tomy :Eh kamu Sinta.. nggak kok, Lisa cerita ke aku kalau dia kemarin disuruh Ibunya untuk beli barang kebutuhan dapur, tapi dia kelupaan.
Lisa : Iya, Sinta.
Sinta : Terus? Kenapa gitu aja kok kayak jadi masalah serius gitu buat kamu Lisa?
Lisa : Ya iya dong, itu namanya kan aku nggak ngendahin perintah Ibu aku. Kan nggak baik kalau seorang anak sering nggak memperhatikan perintah orangtuanya.
Tomy : Betul tu.. harusnya Lisa nggak suka lupa gitu.
Sinta : Yea elah.. kalau cuman gutu aja mah aku sering. Ngapain juga urusan kecil gitu aja kalian pikir ampe segitunya.
Tomy : Kok kamu seperti itu sih Sinta? Ya sudah seharusnya dong Lisa menyesal, kan itu nggak bagus namannya. Nggak memperdulikan perintah orangtua.
Sinta : Kalau aku sih, bukan sekali-dua kali saja begituan. Lagian yang namanya nggak ingat mau gimana lagi. Masak setiap orangtua nyuruh kita harus dipenuhin, nggak juga kan?
Lisa : Ya harus dong Sinta. Yang namanya orangtua kalau udah nyuruh kita yang kita harus kerjakan.
Tomy : Ah.. aku sih kalau sempat yang aku kerjain, kalau nggak yang nggak.
Lisa : Itu nggak baik Sinta. Itu namanya kamu anak yang tidak patuh pada perintah orangtua. Kamu harus bisa merubah sikap kamu, ntar kamu jadi anak yang durhaka lagi.
Tomy : Betul kata Lisa itu Sinta. Kamu harus berubah. Jangan membiasakan diri meremehkan perintah Ibu/Ayah kamu. Nggak baik itu.
Sinta : Iya deh.. aku ngerti.
Demikianlah ulasan singkat tentang teknik menulis naskah fragmen beserta contohnya. Semoga dapat bermanfaat! (HAI)
