Konten dari Pengguna

Tibo Topo: Arti dan Cara Menghitungnya dalam Weton Jawa

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti tibo topo. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti tibo topo. Foto: Unsplash

Weton merupakan perhitungan yang didasarkan pada gabungan antara hari dan pasaran saat lahir. Perhitungan ini dipercaya dapat meramalkan berbagai nasib seseorang, termasuk kecocokan jodoh.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, kecocokan weton antara calon pengantin dianggap penting karena diyakini dapat memengaruhi kelanggengan rumah tangga. Jika perhitungan weton menunjukkan ketidakcocokan, dikhawatirkan hubungan rumah tangga akan mengalami banyak hambatan.

Salah satu hasil perhitungan yang sering muncul adalah Tibo Topo. Lantas, apa sebenarnya arti dari Tibo Topo? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Arti Tibo Topo

Ilustrasi arti tibo topo. Foto: Unsplash

Dalam perhitungan kecocokan jodoh menurut weton, hasil Tibo Topo diartikan sebagai pertanda bahwa pasangan tersebut akan menghadapi banyak ujian dan tantangan di awal pernikahan.

Cobaan yang muncul bisa berupa masalah ekonomi, komunikasi, hingga gangguan dari pihak luar. Meski begitu, kondisi ini dipercaya akan membaik seiring waktu jika pasangan mampu melewatinya dengan kesabaran dan saling pengertian.

Pasangan yang mampu saling memahami biasanya bisa bertahan dan tetap membangun rumah tangga yang harmonis. Namun, jika tak siap menghadapi ujian tersebut, hubungan berisiko mengalami keretakan, bahkan perceraian.

Oleh karena itu, bagi pasangan dengan perhitungan Tibo Topo, penting untuk memahami dan mempersiapkan diri dalam menyikapi permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangganya sejak awal.

Baca Juga: 5 Weton Paling Tinggi: Karakter dan Cara Menghitungnya

Cara Menghitung Tibo Topo

Ilustrasi arti tibo topo. Foto: Pexels

Untuk mengetahui apakah suatu pasangan termasuk dalam kategori Tibo Topo, langkah pertama adalah menghitung bobot kelahiran tiap orang berdasarkan hari dan pasaran lahir menurut kalender Jawa.

Bobot kelahiran dihitung dengan cara menjumlahkan neptu hari dan neptu pasaran. Misalnya, jika seseorang lahir pada hari Rabu Pahing, artinya bobot kelahirannya Rabu (7) + Pahing (9) = 16.

Berikut nilai neptu hari dan pasaran menurut primbon Jawa:

Neptu Hari

  • Minggu: 5

  • Senin: 4

  • Selasa: 3

  • Rabu: 7

  • Kamis: 8

  • Jumat: 6

  • Sabtu: 9

Neptu Pasaran

  • Pahing: 9

  • Pon: 7

  • Wage: 4

  • Kliwon: 8

  • Legi: 5

Penghitungan bobot sepasang calon pengantin dilakukan dengan cara menjumlahkan bobot kelahiran kedua calon mempelai. Hasil dari penjumlahan tersebut akan menjadi acuan kecocokan atau tidaknya sebuah pasangan. Misalnya, laki-laki memiliki bobot 16 dan perempuan 12, maka bobot pasangan tersebut 16 + 12 = 28.

Mengacu pada penelitian Bambang Haryono berjudul "Riset Komunikasi Kualitatif Semiotika Makna dan Bentuk Perhitungan Weton pada Tradisi Pernikahan Adat Jawa Dk. Gersapi, Kec. Tunjungan, Jawa Tengah", hasil jumlah weton yang masuk dalam kategori Tibo Topo adalah: 4, 12, 20, 28, dan 36.

Jika jumlah bobot kelahiran pasangan jatuh pada salah satu angka tersebut, itu dianggap Tibo Topo yang berarti pernikahan tersebut akan diuji dengan banyak tantangan di awal perjalanan rumah tangga.

(SA)