Tips Menulis dan Pola Pengembangan Struktur Cerita Fantasi

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dikutip dari buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII yang ditulis oleh Tim Ganesha Operation (2017), cerita fantasi adalah salah satu cerita yang melatih kreativitas dan daya imajinasi. Dalam penulisan cerita fantasi, tidak ada ukuran baku tentang jumlah kata minimal dan maksimal. Cerita fantasi merupakan tulisan yang bersifat fiksi dan seluruh kisah yang ada di dalamnya merupakan rekaan pengarang saja.
Cerita fantasi memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan naskah/teks lainnya. Berikut ciri alur dan latar pada cerita fantasi:
Imaji bukan kejadian nyata, cerita fantasi dapat berupa hal-hal yang gaib atau misterius.
Cerita yang dibangun penulis adalah fantasi yang dimiliki penulis melampaui batas ruang dan waktu.
Tokoh pelaku dalam cerita fantasi memiliki kelebihan atau kesaktian dibandingkan yang lain.
Kejadian yang unik/aneh dan misterius.
Memiliki ragam bahasa variatif, ekspresif, dan tidak menggunakan bahasa formal.
Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai tips menulis dan pola pengembangan struktur cerita fantasi.
Pola Pengembangan Struktur Cerita Fantasi
Dikutip dari Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 7 yang ditulis oleh Heriyanto (2021: 42), berikut pola pengembangan struktur cerita fantasi:
Orientasi, merupakan gambaran umum pengenalan tokoh, deskripsi latar tempat di mana peristiwa itu terjadi, serta dapat menampilkan pengenalan konflik dalam cerita yang merupakan imaji pengarang.
Komplikasi, merupakan rangkaian peristiwa-peristiwa yang merupakan hubungan sebab akibat sehingga memunculkan masalah-masalah awal hingga sampai ke puncak permasalahan.
Resolusi, merupakan imajinasi pengarang, yang mana pada bagian ini tidak akan memunculkan perumitan baru. Pada struktur resolusi, pengarang berupaya untuk mengakhiri konflik yang ada dan menutup cerita yang dibuatnya. Dapat dilakukan dengan pola pengubahan waktu adanya keterkejutan.
Setelah mengetahui ciri-ciri dan pola pengembangan struktur cerita fantasi, berikut tips membuat cerita fantasi yang mudah dilakukan:
Beranikan diri kamu untuk berimajinasi. Dunia fantasi muncul dari hasil imajinasi, jadi jangan takut untuk berimajinasi.
Gambarkan tokoh dan latar tempat, deskripsikan suasana yang ingin kamu kreasikan di dunia fantasi yang akan kamu ciptakan.
Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
