Konten dari Pengguna

Tisu Terbuat dari Apa? Ini Bahan Utama hingga Jenis-jenisnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tisu. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tisu. Foto: Unsplash

Tisu merupakan salah satu produk yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk keperluan kebersihan, dapur, maupun kosmetik.

Namun, tahukah kamu tisu terbuat dari apa? Bagaimana cara membuatnya? Simak terus uraian ini untuk mengetahui bahan utama tisu, proses membuat, dan jenis-jenisnya.

Bahan Utama Tisu

Ilustrasi tisu. Foto: Unsplash

Secara umum, tisu terbuat dari bahan dasar yang memiliki serat halus agar menghasilkan tekstur lembut dan mudah menyerap. Berikut bahan utama dalam pembuatan tisu:

1. Serat Kayu (Pulp Kayu)

Sebagian besar tisu dibuat dari serat kayu alami. Serat kayu ini kemudian diolah menjadi pulp (bubur kertas) yang menjadi bahan dasar pembuatan tisu. Serat kayu alami ini umumnya yang berasal dari pohon seperti:

  • Pohon Pinus (Mengandung serat panjang yang membuat tisu lebih kuat)

  • Pohon Eucalyptus (Mengandung serat pendek yang memberikan kelembutan pada tisu).

2. Kertas Daur Ulang

Selain dari serat kayu, beberapa jenis tisu juga menggunakan bahan daur ulang dari kertas bekas seperti koran, majalah, atau kardus. Namun, kertas daur ulang harus melalui pemurnian agar bersih dan aman untuk digunakan.

3. Bahan Tambahan

Untuk meningkatkan kualitas tisu, beberapa bahan tambahan juga digunakan, seperti:

  • Air = Digunakan dalam pencucian dan pemurnian serat kayu.

  • Pemutih (Bleaching Agent) =Seperti klorin atau hidrogen peroksida, digunakan untuk mencerahkan warna tisu.

  • Pelembut (Softener) = Digunakan untuk memberikan tekstur lembut pada tisu.

  • Lem atau Perekat = Untuk membuat lapisan tisu lebih kuat dan tidak mudah sobek.

Proses Membuat Tisu

Ilustrasi tisu. Foto: Unsplash

Setelah mengetahui bahan-bahan utamanya, berikut tahapan pembuatan tisu yang dikutip dari laman World Paper Mill.

1. Pengolahan Serat Kayu atau Kertas Daur Ulang

Serat kayu diproses menjadi pulp kayu dengan cara direbus dan dicampur dengan bahan kimia agar seratnya terpisah. Jika menggunakan kertas daur ulang, kertas akan dihancurkan dan disaring untuk menghilangkan tinta dan kotoran.

2. Pemurnian dan Pemutihan

Bubur kertas dicuci menggunakan air bersih untuk menghilangkan zat-zat yang tidak diinginkan. Jika diperlukan, bahan pemutih seperti hidrogen peroksida atau klorin bebas (ECF) digunakan agar tisu berwarna putih cerah.

3. Pembentukan Lembaran Tisu

Bubur kertas yang sudah bersih kemudian dicetak menjadi lembaran tipis menggunakan mesin khusus. Lembaran ini lalu dikeringkan dengan mesin pemanas berkecepatan tinggi.

4. Pemotongan dan Pengemasan

Lembaran tisu yang sudah kering digulung dalam bentuk besar dan dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Setelah itu, tisu dikemas dalam berbagai bentuk seperti gulungan, lembaran lipat, atau kemasan travel.

Baca Juga: Ciri-ciri Limbah Keras, Jenis, dan Contohnya

Jenis-jenis Tisu dan Fungsinya

Ilustrasi tisu. Foto: Unsplash

Tisu hadir dalam berbagai jenis dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut beberapa jenis tisu yang umum digunakan:

1. Tisu Wajah (Facial Tissue)

Berbahan lembut dan sering digunakan untuk membersihkan wajah. Biasanya dilengkapi pelembut agar tidak menyebabkan iritasi kulit.

2. Tisu Toilet (Toilet Paper)

Dibuat agar mudah larut dalam air, sehingga tak menyumbat saluran pembuangan. Biasanya memiliki dua atau tiga lapisan agar lebih kuat.

3. Tisu Dapur (Paper Towel)

Lebih tebal dan memiliki daya serap tinggi, digunakan untuk menyerap minyak atau membersihkan permukaan dapur.

4. Tisu Basah (Wet Tissue)

Mengandung cairan antiseptik atau pelembap yang digunakan untuk membersihkan tangan dan wajah. Beberapa jenis tisu basah mengandung alkohol, sementara yang lainnya diformulasikan tanpa alkohol agar lebih aman untuk kulit sensitif.

5. Tisu Makanan (Napkin Tissue)

Digunakan di restoran atau rumah makan untuk membersihkan tangan dan mulut setelah makan.

(NDA)