Konten dari Pengguna

Tolak Peluru: Perhatikan Beberapa Peraturannya Sebelum Bermain!

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Olahraga Tolak Peluru Foto: MagazineJobLike
zoom-in-whitePerbesar
Olahraga Tolak Peluru Foto: MagazineJobLike

Tolak peluru merupakan suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu bola besi bulat (peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak terjauh.

Olahraga ini masuk ke dalam cabang olahraga lempar karena permainannya ini adalah menolak atau mendorong peluru yang terbuat dari logam. Cabang atletik lempar sendiri pun punya banyak jenisnya, seperti lempar cakram, lempar lembing, dan lempar martil.

Beberapa Peraturan Olahraga Tolak Peluru Ini yang Kamu Harus Tahu!

Olahraga ini mulai resmi dipertandingkan dalam Olimpiade 1896 dan selalu menjadi salah satu cabang olahraga bergensi setiap penyelenggarannya. Saat itu, peluru besi yang digunakan berbobot 2,76 – 7,26 kg bergantung dari usia dan jenis kelamin dari atletnya.

Pada 1950, seorang atlet tolak peluru bernama Parry O’Brien mengenalkan teknik baru dalam olahraga tolak peluru. O’Brien memulai lemparannya dengan membelakangi aera pendaratan. Untuk memainkan olahraga ini, kamu perlu tahu peraturan di dalamnya.

Berikut ini beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam cabang olahraga ini :

  • Kamu diperbolehkan memasuki area pertandingan dalam lingkaran tolakan dari arah mana saja.

  • Kamu diberi waktu selama 60 detik untuk menyelesaikan permainan atau menolak peluru dihitung sejak namanya dipanggil. Jika dalam kurun waktu 3 menit belum melakukan tolakan, akan dikenakan diskualifikasi.

  • Kamu dilarang menggunakan sarung tangan saat melakukan tolakan, tetapi boleh menggunakan pelindung ruas jari dan pergelangan tangan.

  • Kamu boleh memegang bagian dalam peluru.

  • Kamu harus menahan peluru menggunakan leher selama melakukan gerakan tolakan.

  • Kamu akan didiskualifikasi jika meletakkan peluru tidak sesuai dengan peraturan, misalnya di belakang kepala atau di depan perut.

  • Peluru hanya boleh ditolak dengan menggunakan satu tangan dengan posisi lebih tinggi dari bahu.

  • Gerakan tolakan hanya boleh dilakukan di dalam lingkaran dan atlet akan didiskualifikasi jika kaki berada di luar batas lingkaran.

  • Peluru harus mendarat di sektor area pendaratan yang disediakan (34,92 derajat).

  • Kamu akan didiskualifikasi jika peluru jatuh di luar sektor pendaratan

  • Kamu akan didiskualifikasi jika melakukan kegagalan melempar sebanyak tiga kali.

  • Pengukuran dilakukan titik peluru pertama kali jatuh sampai ke tengah lingkaran pelemparan.

  • Kamu baru boleh meninggalkan lingkaran setelah peluru mendarat.

  • Kamu harus meninggalkan lingkaran melelui sisi belakang lingkaran.

Saat dilihat secara sekilas, olahraga tolak peluru ini sangat mudah dilakukan. Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Kamu perlu mengerti dan melakukan tekniknya denga benar, selain itu, kamu perlu melakukan latihan yang rutin.

(RN)