Konten dari Pengguna

Tradisi Palang Pintu: Pantun yang Disajikan dalam Sebuah Prosesi Pernikahan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tradisi Palang Pintu Betawi dengan bertukar pantun yang disajikan dalam sebuah prosesi pernikahan. Sumber: Kemdikbud
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tradisi Palang Pintu Betawi dengan bertukar pantun yang disajikan dalam sebuah prosesi pernikahan. Sumber: Kemdikbud

Indonesia dikenal memiliki keberagaman adat istiadat seperti pantun misalnya. Hal tersebut juga dimiliki oleh suku Betawi yang merupakan suku bangsa asli yang mendiami wilayah DKI Jakarta. Misalnya saja dalam urusan pernikahan, suku Betawi dari pihak perwakilan keluarga mempelai pengantin umumnya akan saling berbalas pantun yang disajikan dalam sebuah prosesi pernikahan tersebut.

Tradisi berbalas pantun yang disajikan dalam sebuah prosesi pernikahan Betawi akrab disebut sebagai tradisi Palang Pintu. Mengutip dari buku Perosesi Adat Perkawinan Betawi Buke Palang Pintu, Bachtiar (2013), festival palang pintu merupakan tradisi Betawi yang dilakukan mempelai pria untuk meminta restu dari mempelai perempuan.

Tradisi Palang Pintu: Pantun yang Disajikan dalam Sebuah Prosesi Pernikahan Betawi

Umumnya tradisi palang pintu tersebut dilakukan oleh kedua calon mempelai dengan mengirimkan perwakilan jawaranya masing-masing. Dalam tradisi ini, sebenarnya para jawara tidak hanya akan berbalas pantun, namun sebelumnya juga akan diawali dengan rangkaian acara lain. Adapun urutan pelaksanaan palang pintu tersebut ialah sebagai berikut:

  1. Adu silat. Laki-laki dalam adat istiadat Betawi dianggap sebagai kepala keluarga yang wajib memiliki kemampuan dalam menjaga serta melindungi keluarganya, oleh karena itu adu silat dalam pembuka tradisi palang pintu dimaknai sebagai wujud kesanggupan laki-laki untuk menjaga keluarganya tersebut.

  2. Berbalas pantun. Pantun yang disajikan dalam sebuah prosesi pernikahan suku Betawi umumnya mengandung jenis pantun yang menghibur ataupun berisi pantun nasehat. Disamping itu, pantun tersebut juga dapat dimaknai sebagai simbol mufakat antara pihak keluarga laki-laki dan perempuan.

  3. Pembacaan Alquran dan sholawat nabi. Tradisi ini dapat dimaknai bahwasanya laki-laki kelak harus bisa menjadi imam yang baik bagi keluarganya serta bisa menuntunnya menjadi keluarga yang memahami agama dan baik budi pekertinya.

Setelah rangkaian palang pintu tadi selesai dilakukan, dimana pihak wanita sudah menerima mempelai laki-laki, maka selanjutnya prosesi akad nikah bisa dilangsungkan. Tradisi Betawi tersebut sangat unik bukan? (HAI)