Tugas dan Tanggung Jawab Surveyor dalam Dunia Kerja

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tugas dan tanggung jawab surveyor perlu diketahui oleh setiap individu yang bergelut di bidang konstruksi bangunan. Surveyor merupakan pekerja profesional yang berkecimpung dalam aktivitas survei dan pengawasan pendirian bangunan.
Secara umum, tugasnya adalah memastikan agar pembangunan dapat berlangsung sesuai rencana dan standar yang berlaku. Oleh karena itu, penting sekali memahami tugas dan tanggung jawab dari profesi tersebut agar proses konstruksi dapat berjalan lancar.
Tugas dan Tanggung Jawab Surveyor
Surveyor memiliki andil besar dalam pengendalian industri konstruksi karena membantu memeriksa keamanan, kualitas, dan keandalan struktur bangunan yang tengah dibangun. Adapun tugas dan tanggung jawab surveyor dalam dunia kerja di antaranya sebagai berikut:
1. Memeriksa dan Mengawasi Konstruksi
Surveyor pengendalian bangunan bertugas untuk melakukan pemeriksaan lapangan secara berkala. Tujuannya untuk memastikan agar pekerjaan konstruksi bisa berjalan sesuai spesifikasi dan teknis yang telah ditetapkan.
2. Pemantauan Kualitas Material
Surveyor juga bertugas untuk memastikan agar bahan bangunan yang digunakan selama proses konstruksi benar-benar berkualitas dan sesuai standar. Dengan bahan yang berkualitas, tentu akan berpengaruh terhadap ketahanan dan usia bangunan ke depannya.
3. Pengukuran dan Peninjauan
Mengutip buku Quantity Surveying: Pengantar Manajemen Biaya dan Konstruksi, Seng Hansen (2017), tugas surveyor yang berikutnya adalah mengukur dan meninjau bangunan. Misalnya, dengan mengecek ukuran, dimensi, dan letak struktur bangunan agar sesuai dengan perencanaan.
Oleh karena itu, penting sekali bagi surveyor untuk memahami metode pengukuran, analisis struktur, standar bangunan, jenis material bangunan, dan aturan yang berlaku.
4. Pengendalian Anggaran
Surveryor juga bertugas untuk memastikan agar anggaran proyek bisa tetap aman dan terkendali. Aspek yang satu ini penting untuk diperhatikan agar keuangan yang telah dirancang dapat tersalurkan dengan tepat.
5. Konsultasi dan Koordinasi
Surveyor dituntut untuk aktif dan komunikatif karena harus berkoordinasi dengan banyak pihak, mulai dari arsitek, pemilik proyek, insinyur sipil, dan kontraktor. Tujuannya untuk saling bersinergi agar pekerjaan yang dijalankan bisa sesuai alur dan segala hambatan yang ditemui dapat ditemukan solusinya.
6. Penerbitan Laporan
Tidak hanya berurusan dengan bangunan, surveyor juga harus berurusan dengan dokumen. Hal ini terkait dengan penerbitan laporan konstruksi secara berkala. Laporan ini mencakup kemajuan konstruksi, kendala yang dihadapi, hingga perbaikan yang dilakukan.
Baca juga: Jenis-Jenis Baja untuk Konstruksi Bangunan dan Karakteristiknya
Berbagai tugas dan tanggung jawab surveyor yang disebutkan di atas bisa dijadikan acuan bagi para surveyor dalam bekerja. Dengan begitu, proses pembuatan bangunan bisa berjalan dengan baik tanpa kendala. (DLA)
