Tujuan Otomatisasi Kantor, Pengertian, dan Contohnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kecanggihan teknologi berdampak pada berbagai bidang, salah satunya adalah perkantoran. Dalam perkantoran terdapat istilah otomatisasi. Tujuan otomatisasi kantor sendiri sangatlah banyak.
Dengan melakukan otomatisasi, kantor bisa mendapatkan hasil yang lebih daripada dilakukan secara manual. Inilah yang membuat otomatisasi berkembang pesat di hampir semua sektor perkantoran.
Pengertian Otomatisasi Kantor
Dikutip dari buku Grip Work Journey Sang Penjajah, Nuryetty, dkk (2018), otomatisasi berasal dari bahasa Inggris automation yang disetarakan dengan kata mechanization dan computerization. Automation dalam bahasa Inggris memiliki dua makna, yakni:
The use of automatic equipment to save mental and manual labor (Penggunaan peralatan untuk menghemat pikiran dan tenaga.)
The automatic control of the manufacture of a product through its successive stages (Pengontrolan secara otomatis dalam pembuatan suatu produk dengan terperinci atau sistematis).
Sedangkan otomatisasi kantor adalah penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan antara komunikasi informal dengan orang-orang di dalam dan di luar perusahaan untuk meningkatkan produktivitasnya.
Konsep utama yang menjadi dasar otomatisasi perkantoran, yakni:
Segala proses yang terjadi dalam perkantoran seperti proses manufaktur selalu mengarah ke otomatisasi.
Otomatisasi kantor berevolusi dari aplikasi terpisah dan tanpa rencana menjadi aplikasi yang terencana dan terpadu.
Otomatisasi kantor memudahkan penerimaan dan pengiriman kembali informasi
Otomatisasi kantor meningkatkan keuntungan dengan memberikan opsi pengambilan keputusan yang lebih baik.
Otomatisasi kantor berguna sebagai pelengkap sebagai metode komunikasi tradisional, bukan sebagai pengganti.
Tujuan Otomatisasi Kantor
Otomatisasi kantor dibuat tanpa asalan. Ada beberapa fungsi dari otomatisasi kantor, antara lain sebagai berikut:
1. Meminimalkan Biaya
Teknologi memang tidak dapat menggantikan pekerjaan saat ini, akan tetap komputer dapat menunda penambahan pegawai yang dapat membebani beban perusahan.
2. Pemecah Masalah Kelompok
Otomatisasi kantor dapat memberikan kemampuan antara petinggi untuk melakukan komunikasi yang lebih baik dalam memecahkan masalah.
3. Pelengkap
Otomatisasi kantor dapat menjadi pelengkap agar pekerjaan lebih mudah dan cepat selesai. Akan tetapi bukan menjadi pengganti, sebab otomatisasi kantor tidak dapat menggantikan manusia.
4. Memperbarui Proses Pelaksanaan Pekerjaan
Otomatisasi kantor memungkinkan pekerja dapat memproses lebih banyak pekerjaan secara cepat dan baik.
Contoh Otomatisasi Kantor
Menurut James A. Hall dalam buku Audit dan Assurance Teknologi Informasi 1 edisi 2, (2019), beberapa contoh dari penerapan otomatisasi perkantoran yakni:
1. Pengolahan Data
Microsoft Word
Google Docs
Pages
Notepad
2. Manajemen Basis Data
Microsoft Access
SQLite Oracle
PostgreSQL
3. Spreadsheet
Google Spreadsheet
Microsoft Excel
SPSS
PSPP
Lotus 123
4. Penerbitan
Microsoft Publisher
CorelDraw
Adobe InDesign
Canva
Baca Juga: Industri 4.0: Otomatisasi dan Digitalisasi, Apa Saja Prinsipnya?
Dengan mengetahui tujuan otomatisasi kantor menjadikan sebuah perusahaan lebih efisien. Sehingga, pekerjaan berjalan lebih cepat dan mudah. Dampaknya adalah pendapatan kantor semakin besar dengan pengeluaran lebih rendah.(MZM)
