Konten dari Pengguna

Tujuan Seseorang Menyusun Skala Prioritas Kebutuhan Sehari-hari dan Fungsinya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Skala Prioritas. (Foto: Tumisu by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Skala Prioritas. (Foto: Tumisu by https://pixabay.com/id/)

Tujuan seseorang menyusun skala prioritas kebutuhan adalah untuk memilih dan membeli kebutuhannya. Menyusun skala prioritas dan mendahulukan segala kebutuhan yang dianggap penting, karena memiliki fungsi dalam menentukan mulai dari hal yang sangat dibutuhkan hingga kurang dibutuhkan dapat mencegah pola hidup hedonisme. Dikutip dari buku Bagaimana Menghancurkan Pikiran-Pikiran Negatif dan Menjadi Pribadi Positif + Bahagia (2020: 44), hedonisme dianggap suatu pandangan hidup yang menegaskan bahwa kesenangan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.

Salah satu ciri orang yang hedonis adalah gaya hidup konsumtif dan materialistis. Orang yang memiliki sikap hedon tidak memiliki skala prioritas, karena hal yang paling penting bagi mereka adalah kesenangan. Dengan menyusun skala prioritas, seseorang dapat membeli hal yang lebih penting dan menunda pembelian yang tidak begitu penting.

Fungsi Menyusun Skala Prioritas

Ilustrasi Skala Prioritas. (Foto: Evondue by https://pixabay.com/id/)

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa tujuan seseorang menyusun skala prioritas adalah untuk memilih dan membeli kebutuhannya. Skala prioritas adalah keadaan di mana seseorang harus menentukan urgensi dari kebutuhan atau pekerjaan yang harus didahulukan. Dikutip dari buku Pasti Bisa Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X yang ditulis oleh Tim Ganesha Operation (2017: 8), berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan skala prioritas dan pilihan ekonomi:

  1. Analisis biaya peluang, yaitu analisis nilai barang atau jasa yang dikorbankan karena memilih alternatif tindakan.

  2. Analisis biaya manfaat, yaitu suatu teknik yang digunakan untuk membandingkan berbagai biaya dengan manfaat yang diharapkan.

  3. Mengidentifikasi faktor pendorong kegiatan ekonomi,

  4. Menyadari trade off, yaitu situasi ketika seseorang harus membuat keputusan untuk memilih suatu hal dengan mengorbankan hal lain dengan alasan ekonomis.

  5. Berpegang pada prinsip ekonomi, yaitu prinsip tindakan dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya. Adapun yang harus dipertimbangkan oleh konsumen adalah: pendapatan yang terbatas mengharuskan pemilihan atau konsumen membuat keputusan dengan mempertimbangkan alternatif pilihan.

Keinginan setiap manusia pastinya tidak terbatas. Hal tersebut berlawanan dengan jumlah sumber daya yang terbatas. Oleh karena itu, seseorang harus bijak dalam menyusun skala prioritas kebutuhannya dan menentukan pilihan ekonomi dalam memenuhi kebutuhannya. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)