Unsur, Jenis, Ciri-ciri Puisi beserta Contohnya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang disukai banyak orang, karena disajikan di dalam bahasa yang indah dan bersifat imajinatif. Karena itu, unsur dan ciri-ciri puisi tentu berbeda dari karya sastra lainnya. Puisi umumnya disusun berdasarkan pengalaman hidup yang bermakna, hingga menjadi rangkaian kata-kata indah yang menggambarkan perasaan penulisnya.
Jenis-jenis Puisi
Puisi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Puisi lama yang masih terikat dengan aturan-aturan lama, seperti jumlah bait, jumlah baris, rima, jumlah suku kata setiap baris, dan irama. Berikut adalah beberapa macam puisi lama:
Mantra: sajak yang berisi ucapan-ucapan dengan kekuatan gaib.
Syair: puisi lama dari Arab, setiap bait terdiri dari 4 baris, bersajak a-a-a-a, dan berisi cerita atau nasihat.
Pantun: puisi lama yang bersajak a-b-a-b, setiap baris terdiri dari 8 - 12 suku kata, setiap bait terdiri dari 4 baris dengan 2 baris awal pantun merupakan sampiran dan 2 baris akhir merupakan isi.
Gurindam: puisi lama yang terdiri dari 2 baris di dalam 1 bait, bersajak a-a-a-a, dan berisi nasihat.
2. Puisi baru yang hampir tidak terikat dengan aturan apa pun seperti puisi lama. Berikut beberapa macam puisi baru:
Himne: puisi baru yang digunakan untuk memuji Tuhan, mengenang pahlawan, atau dijadikan lirik lagu dari sebuah lembaga.
Ode: puisi baru yang berisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gaya ode amat resmi, bernada anggun, dan bersifat menyanjung.
Satire: puisi yang berisi sindiran atau kritikan.
Epigram: puisi yang berisi ajaran hidup.
Elegi: puisi tentang kesedihan.
Romansa: puisi tentang cinta kasih.
Distikon: puisi yang setiap baitnya terdiri dari 2 baris.
Terzina: puisi yang setiap baitnya terdiri dari 3 baris.
Quatrain: puisi yang setiap baitnya terdiri dari 4 baris.
Kuint: puisi yang tiap baitnya terdiri dari 5 baris.
Sektet: puisi yang setiap baitnya terdiri dari 6 baris.
Septime: puisi yang setiap baitnya terdiri dari 7 baris.
Oktaf atau Stanza: puisi yang setiap baitnya terdiri dari 8 baris.
Soneta: puisi baru yang terdiri dari 14 baris dan dibagi menjadi dua, yaitu: 4 baris pada masing-masing 2 bait pertama dan 3 baris pada masing-masing bait kedua.
Ciri-ciri Puisi Lama
Berikut ini adalah ciri-ciri dari puisi lama:
Terikat pada jumlah baris, irama, rima, diksi, intonasi, dan lain-lain.
Memiliki gaya bahasa yang tetap dan klise.
Merupakan sastra lisan, karena disampaikan dari mulut ke mulut.
Nama penulis puisi tidak diketahui.
Ciri-ciri Puisi Baru
Berikut ini adalah ciri-ciri dari puisi baru:
Tidak terikat pada jumlah baris, irama, dan rima.
Memiliki gaya bahasa yang dinamis
Biasanya berbentuk empat seuntai.
Umumnya menceritakan kehidupan yang sedang dialami.
Nama penulis puisi dicantumkan, sehingga diketahui.
Unsur-unsur di dalam Puisi
Nah, setelah mengetahui jenis dan ciri-cirinya, inilah unsur-unsur yang harus ada di dalam suatu puisi:
Diksi: pilihan kata yang tepat dan selaras, sehingga mampu menghidupkan situasi, perasaan, dan keindahan dari suatu puisi.
Majas: gaya bahasa yang berbentuk kiasan, agar puisi yang ditulis terlihat indah dan menarik.
Rima atau unsur bunyi alias sajak merupakan pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak atau di akhir larik di sajak, yang bertujuan untuk menambah nilai merdu dari suatu puisi.
Citraan alias imajinasi digunakan untuk memancing imajinasi pembaca. Jenis-jenis imajinasi di dalam puisi adalah imajinasi pandang, rasa, dengar, dan pengecap.
Contoh Puisi Baru
Supaya lebih mudah dipahami, Berikut ini salah satu contoh puisi baru, tepatnya elegi yang dilansir dari buku Ranjau Milik Eros, Brenda Prima, (2020:89):
Lenyap
Hadirnya sang waktu
Merangkai bunga nan indah
Tanpa pancaran sang surya
'Kan layu dalam sekejap
Jam dinding terus berputar
Siang berganti malam
Ia duduk di sana
Memeluk ketenangan
Di sudut rumah kayu
Malam berganti siang
Tak pula ia pergi
Menanti layunya sang kawan
Terjebak bersama
Di dalam rumah kayu nan usang
Keirian mengisi kekosongan hati
Sang kawan mendahuluinya
Menghadap sang pencipta
Tinggallah ia seorang diri
Menatap getir
Cahaya yang baru tiba
Untuk melenyapkannya
Nah, setelah membaca unsur, jenis, ciri-ciri puisi, dan contoh di atas, sekarang coba kamu tulis puisimu sendiri.(BRP)
