Unsur-Unsur Cerita Fantasi, Contoh, dan Ciri-cirinya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fantasi adalah salah satu genre cerita yang sangat menarik untuk dinikmati. Selain menghibur, cerita fantasi juga bermanfaat untuk melatih kreativitas. Ketika membaca cerita fantasi, kamu tidak hanya melibatkan indera penglihatan, tetapi juga mengaktifkan daya imajinasi. Lalu, apa saja unsur-unsur cerita fantasi yang membuatnya semakin terlihat komplit dan menarik?
Sebelum mengetahui karakteristik cerita fantasi lebih lanjut, mari cari tahu pengertian dari cerita fantasi. Mengutip buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/mts Kelas VII oleh Tim Ganesha Operation (2017), cerita fantasi merupakan cerita yang bersifat fiktif yang keseluruhan isinya merupakan rekaan pengarang saja. Cerita fantasi memiliki unsur-unsur yang membangun isi cerita menjadi serangkaian peristiwa yang saling bertautan.
Unsur-unsur Cerita Fantasi
Sebelum mengetahui ciri-ciri dan contoh dari cerita fantasi, kamu perlu mengetahui unsur-unsur cerita fantasi. Berikut adalah unsur-unsur yang membangun cerita fantasi:
Tema: ide dasar yang menjadi acuan dalam mengembangkan isi cerita.
Alur: jalan cerita yang berupa rangkaian peristiwa dan saling berkaitan dari awal hingga akhir.
Tokoh dan penokohan: karekter atau pelaku yang ada dalam suatu cerita.
Latar: latar belakang dalam suatu cerita yang berupa tempat, waktu, atau suasana.
Sudut pandang: posisi penulis dalam menarasikan cerita.
Amanat: pesan atau amanat dalam suatu cerita yang ingin disampaikan oleh penulis.
Ciri-ciri Cerita Fantasi
Apa saja ciri-ciri cerita fantasi? Ini dia penjelasannya:
1. Ada Keanehan dan Keajaiban
Ciri-ciri cerita fantasi yang pertama yaitu mengandung keanehan dan keajaiban. Umumnya, cerita fantasi menceritakan hal-hal ghaib, misterius, dan supranatural, yang tidak ditemukan dalam dunia nyata.
2. Ide Cerita Tidak Terbatas Realita
Ide dalam cerita fantasi sangat terbuka terhadap khayalan penulis. Selain itu, ide cerita juga tidak dibatasi oleh fakta atau realita kehidupan nyata. Ide cerita fantasi dapat berupa perpaduan dunia khayal dan dunia nyata yang diolah menjadi satu kesatuan cerita fiksi.
3. Menggunakan Berbagai Latar Waktu
Cerita fantasi menggunakan berbagai latar waktu. Umumnya, peristiwa yang terjadi dalam kehidupan tokoh terjadi dalam dua fase, yaitu fase nyata dan fase tidak nyata. Rangkaian peritiwa dalam cerita fantasi memakai berbagai latar yang tidak terbatas ruang dan waktu.
4. Tokoh unik
Tokoh yang terdapat dalam cerita fantasi cenderung unik karena memiliki kemampuan atau kemampuan supranatural. Selain memiliki kekuatan, umumnya tokoh dalam cerita fantasi bukan hanya manusia, tetapi hewan yang menyerupai manusia atau makhluk-makhluk aneh lain yang tidak ada di dunia nyata.
5. Bahasa
Bahasa dalam cerita fantasi cenderung memiliki kata yang bervariasi dan menonjolkan emosi yang kuat. Selain kaya dengan kosa kata, bahasa yang digunakan cenderung ekspresif dan membangkitkan daya imajinasi. Bahasa yang variatif dan ekspresif dapat ditemukan di dalam narasi maupun percakapan.
Contoh Cerita Fantasi
Ada banyak cerita fantasi yang dapat dibaca untuk meningkatkan daya imajinasi. Beberapa contoh cerita fantasi yang memiliki jalan cerita terbaik yaitu sebagai berikut:
• Seri novel Harry Potter karya J.K. Rowling
• Seri novel Narnia karya C.S. Lewis
• Seri novel fantasi karya Tere Liye
• Aroma Karsa karya Dee Lestari
• Supernova karya Dee Lestari
• The Lord of The Rings karya J.R.R. Tolkien
Itulah ciri, contoh, dan unsur-unsur cerita fantasi yang harus ada di dalam cerita fantasi. Tanpa adanya unsur-unsur di atas, maka cerita fiksi tidak akan sempurna dan kurang memuaskan bagi pembaca.
(DLA)
