Konten dari Pengguna

Unsur-Unsur Cerita Fantasi, Contoh, dan Ciri-cirinya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi unsur-unsur cerita fantasi, sumber gambar: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi unsur-unsur cerita fantasi, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Fantasi adalah salah satu genre cerita yang sangat menarik untuk dinikmati. Selain menghibur, cerita fantasi juga bermanfaat untuk melatih kreativitas. Ketika membaca cerita fantasi, kamu tidak hanya melibatkan indera penglihatan, tetapi juga mengaktifkan daya imajinasi. Lalu, apa saja unsur-unsur cerita fantasi yang membuatnya semakin terlihat komplit dan menarik?

Sebelum mengetahui karakteristik cerita fantasi lebih lanjut, mari cari tahu pengertian dari cerita fantasi. Mengutip buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMP/mts Kelas VII oleh Tim Ganesha Operation (2017), cerita fantasi merupakan cerita yang bersifat fiktif yang keseluruhan isinya merupakan rekaan pengarang saja. Cerita fantasi memiliki unsur-unsur yang membangun isi cerita menjadi serangkaian peristiwa yang saling bertautan.

Unsur-unsur Cerita Fantasi

ilustrasi unsur-unsur cerita fantasi, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Sebelum mengetahui ciri-ciri dan contoh dari cerita fantasi, kamu perlu mengetahui unsur-unsur cerita fantasi. Berikut adalah unsur-unsur yang membangun cerita fantasi:

  • Tema: ide dasar yang menjadi acuan dalam mengembangkan isi cerita.

  • Alur: jalan cerita yang berupa rangkaian peristiwa dan saling berkaitan dari awal hingga akhir.

  • Tokoh dan penokohan: karekter atau pelaku yang ada dalam suatu cerita.

  • Latar: latar belakang dalam suatu cerita yang berupa tempat, waktu, atau suasana.

  • Sudut pandang: posisi penulis dalam menarasikan cerita.

  • Amanat: pesan atau amanat dalam suatu cerita yang ingin disampaikan oleh penulis.

Ciri-ciri Cerita Fantasi

ilustrasi unsur-unsur cerita fantasi, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Apa saja ciri-ciri cerita fantasi? Ini dia penjelasannya:

1. Ada Keanehan dan Keajaiban

Ciri-ciri cerita fantasi yang pertama yaitu mengandung keanehan dan keajaiban. Umumnya, cerita fantasi menceritakan hal-hal ghaib, misterius, dan supranatural, yang tidak ditemukan dalam dunia nyata.

2. Ide Cerita Tidak Terbatas Realita

Ide dalam cerita fantasi sangat terbuka terhadap khayalan penulis. Selain itu, ide cerita juga tidak dibatasi oleh fakta atau realita kehidupan nyata. Ide cerita fantasi dapat berupa perpaduan dunia khayal dan dunia nyata yang diolah menjadi satu kesatuan cerita fiksi.

3. Menggunakan Berbagai Latar Waktu

Cerita fantasi menggunakan berbagai latar waktu. Umumnya, peristiwa yang terjadi dalam kehidupan tokoh terjadi dalam dua fase, yaitu fase nyata dan fase tidak nyata. Rangkaian peritiwa dalam cerita fantasi memakai berbagai latar yang tidak terbatas ruang dan waktu.

4. Tokoh unik

Tokoh yang terdapat dalam cerita fantasi cenderung unik karena memiliki kemampuan atau kemampuan supranatural. Selain memiliki kekuatan, umumnya tokoh dalam cerita fantasi bukan hanya manusia, tetapi hewan yang menyerupai manusia atau makhluk-makhluk aneh lain yang tidak ada di dunia nyata.

5. Bahasa

Bahasa dalam cerita fantasi cenderung memiliki kata yang bervariasi dan menonjolkan emosi yang kuat. Selain kaya dengan kosa kata, bahasa yang digunakan cenderung ekspresif dan membangkitkan daya imajinasi. Bahasa yang variatif dan ekspresif dapat ditemukan di dalam narasi maupun percakapan.

Contoh Cerita Fantasi

Ada banyak cerita fantasi yang dapat dibaca untuk meningkatkan daya imajinasi. Beberapa contoh cerita fantasi yang memiliki jalan cerita terbaik yaitu sebagai berikut:

• Seri novel Harry Potter karya J.K. Rowling

• Seri novel Narnia karya C.S. Lewis

• Seri novel fantasi karya Tere Liye

• Aroma Karsa karya Dee Lestari

• Supernova karya Dee Lestari

• The Lord of The Rings karya J.R.R. Tolkien

Itulah ciri, contoh, dan unsur-unsur cerita fantasi yang harus ada di dalam cerita fantasi. Tanpa adanya unsur-unsur di atas, maka cerita fiksi tidak akan sempurna dan kurang memuaskan bagi pembaca.

(DLA)