Upaya Memperkecil Jumlah Korban Jiwa dan Kerugian Akibat Bencana Alam

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Upaya memperkecil jumlah korban jiwa dan kerugian akibat bencana alam disebut mitigasi. Mengutip dari buku Pengantar Mitigasi Bencana Geologi, Djauhari Noor (2014: 4), berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, mitigasi didefinisikan sebagai serangkaian upaya untuk mengurasi risiko bencana baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Mengutip dari buku Mitigasi Bencana, Ismail Suardi Wekke (2021), mitigasi pada dasarnya merupakan upaya yang dilakukan untuk memperkecil resiko kerugian dari bencara yang ditimbulkan oleh alam ataupun bencana yang muncul akibat ulah manusia.
Berdasarkan pengertian mitigasi itu sendiri, upaya memperkecil kerugian tersebut tidak hanya berfokus pada kerugian secara materil saja, namun termasuk memperkecil adanya korban jiwa dan meminimalisir terganggunya kegiatan manusia yang lain.
Contoh Upaya Memperkecil Jumlah Korban Jiwa dan Kerugian Akibat Bencana Alam
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi bencana alam yang tinggi di dunia. Oleh karena itu, mitigasi tersebut haruslah dilakukan dari jauh-jauh hari guna memperkecil potensi kerugian dan kerusakan akibat bencana, ataupun sebagai upaya siaga bencana.
Contoh-contoh kegiatan mitigasi pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi 2 bentuk, yakni mitigasi yang sifatnya struktural dan mitigasi non struktural. Adapun yang dimaksud dengan mitigasi struktural ialah mitigasi yang dilkukan dengan membangun prasarana fisik dengan menggunakan teknologi.
Sedangkan mitigasi nonstruktural adalah mitigasi yang dilakukan melalui diterapkannya kebijakan atau aturan tertentu. Untuk memahami bagaimana penerapan mitigasi, maka berikut adalah contoh-contoh dari kegiatan mitigasi berdasarkan bentuk bencananya:
Mitigasi Tsunami:
Merancang sistem pendeteksi tsunami atau sistem peringatan tsunami baik dalam skala internasiona ataupun tsunami regional
Mitigasi Gunung Berapi:
Memantau aktivitas gunung berapi dengan radio komunikasi SSB
Membuat pemetaaan kawasan rawan bencana gunung berapi lengkap dengan arah penyelamatan diri, pengungsian, dan pos penanggulangan bencana
Menyelidiki gunung berapi dengan metode geologi, geofisika, dan geokimia
Melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait mitigasi bencana gunung berapi
Mitigasi Gempa:
Mendirikan rumah atau tempat tinggal dengan bahan baku yang tahan gempa
Merancang sismograf untuk memantau getaran gempa
Mensosialisasikan simulasi mitigasi bencana gempa pada masyarakat
Setelah membaca ulasan singkat tadi, semoga kita bisa semakin paham bahwa upaya memperkecil jumlah korban jiwa dan kerugian akibat bencana disebut mitigasi bencana. Semoga informasi tadi dapat bermanfaat! (HAI)
