Tekno & Sains
·
15 September 2021 17:36
·
waktu baca 2 menit

Urutan Siklus dan Proses Terjadinya Air Tanah

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Urutan Siklus dan Proses Terjadinya Air Tanah (76889)
searchPerbesar
ilustrasi proses terjadinya air tanah, sumber gambar: https://www.freepik.com/
Air tanah merupakan salah satu faset dalam daur hidrologi atau suatu peristiwa yang selalu berulang-ulang dan memiliki siklus urutan yang tetap. Proses terjadinya air tanah merupakan suatu tahapan yang dilalui air yang berada di dalam perut bumi.
ADVERTISEMENT
Hujan yang turun ke bumi akan jatuh ke permukaan tanah, permukaan air, ladang, perkebunan dan persawahan. Air yang meresap ke dalam tanah akan terus mencapai kedalaman tertentu dan mencapai permukaan air tanah yang disebuat dengan perkolasi. Apabila aliran tanah muncul, maka akan menjadi mata air atau sumber air.
Mengutip penelitian berjudul Air Tanah oleh M.C. Sutandi (2012), air tanah merupakan air yang terdapat pada ruang atau celah-celah bebatuan. Letak air tanah dapat mencapai hingga puluhan bahkan ratusan meter di bawah permukaan bumi. Air tanah terbentuk dari air hujan dan air permukaan yang meresap melalui zona tak jenuh dan meresap semakin dalam hingga mencapai zona jenih air.

Proses Terjadinya Air Tanah

Urutan Siklus dan Proses Terjadinya Air Tanah (76890)
searchPerbesar
ilustrasi proses terjadinya air tanah, sumber gambar: https://www.freepik.com/
Proses terjadinya air tanah terdiri dari beberapa fase hidrologi yang berlangsung secara urut. Adapun tahapan pembentukan air tanah yaitu sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
  • Peristiwa 1: Penguapan yang mengakibatkan air menguap menuju udara dan bergerak meninggalkan tanah.
  • Peristiwa 2: Air kembali turun ke tanah dengan berwujud air hujan dan akan ditampung oleh sungai, danau dan laut.
  • Peristiwa 3: Air ada yang masuk ke tanah dan selanjutnya menjadi sumber air. Sumber air akan selalu tersedia jika daerah resapan air tidak kering. Adapun contoh daerah resapan air yaitu hutan.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa air laut yang terkena panas matahari akan berubah menjadi uap air. Uap air akan ditiup oleh angina menuju ke atas daratan.
Setelah titik jenuhnya sudah terpenuhi, maka air akan jatuh ke bumi sebagai air hujan. Air hujan akan ditampung oleh sungai, rawa, laut atau danau, sedangkan sisanya akan meresap ke dalam tanah. Itulah siklus hidrologi yang terjadi pada air tanah.(DLA)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white