Urutan Siklus Daur Hidup Lumut dan Perbedaannya dengan Tumbuhan Paku

Konten dari Pengguna
1 Maret 2022 18:50
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Urutan Siklus Daur Hidup Lumut dan Perbedaannya dengan Tumbuhan Paku (67482)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siklus daur hidup lumut. Foto: unsplash.com/aldohdzel
ADVERTISEMENT
Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan berkormus (memiliki akar, batang, dan daun), tetapi menghasilkan spora untuk berkembang biak. Sehingga tumbuhan lumur memiliki kesamaan dengan tumbuhan paku dalam perkembangbiakan. Lantas bagaimanakah urutan siklus daur hidup lumut dan apa saja perbedaannya dengan tumbuhan paku?
ADVERTISEMENT

Urutan Siklus Daur Hidup Lumut

Tumbuhan lumut atau Bryophyta merupakan tumbuhan dengan spesies terbesar di dunia yang jumlahnya 25.000 spesies. Berbeda dengen tumbuhan lainnya, lumut tidak memiliki floem dan xilem, melainkan jaringan pembuluh bernama empulur.
Dikutip dari buku Siap Menghadapi Ujian Nasional SMP/MTs karya Aung Nugroho, DKK (2009:136), secara garis besar, siklus daur hidup lumut yaitu:
1. Protonema
Fase awal siklus daur hidup lumur dimulai dengan spora. Jika lumut hidup dalam lingkungan yang menguntungkan, spora akan menjadi benang hijau yang bercabang atau yang disebut dengan protonema.
Protonema kemudian akan tumbuh menjadi tanaman lumut dan bergenerasi gametofit berupa gamet jantan dan betina yang disebut dengan antredium dan arkegonium.
2. Antredium
Antredium adalah pucuk pada tanaman lumut yang merupakan gamet jantan. Antredium kemudian menghasilkan beberapa sel sperma yang motil atau bisa bergerak karena dilengkapi dengan alat gerak berupa flagela.
ADVERTISEMENT
3. Arkegonium
Arkegonium adalah pucuk tanaman lumut untuk gamet betina. Arkegonium kemudian menghasilkan sel telur.
4. Zigot
Sel sperma kemudia berenang menuju arkegonium dengan bantuan air. Hal inilah yang menyebabkan lumut membutuhkan air untuk berkembang biak.
Sel sperma kemudian akan bertemu dengan sel telur dan terjadilah pembuahan. Pembuahan tersebut akan menghasilkan zigot dan memulai fase sporofit.
5. Sporangium
Setelah menghasilkan zigot, kemudian akan terjadi pembelahan secara mitosis dan menghasilkan sporangium. Di dalam sporangium bersisi sel induk spora yang disegel oleh operkulum dan tertutup dengan kaliptra.
6. Spora
Sel induk spora yang ada di dalam sporongium kemudian akan membelah secara meiosis dan menghasilkan sel haploid. Dengan begitu operkulum dan kaliptra akan terbuka dan melepaskan spora.
Urutan Siklus Daur Hidup Lumut dan Perbedaannya dengan Tumbuhan Paku (67483)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan lumut dengan paku. Foto: unsplash.com/niki_mir

Perbedaan Tumbuhan Lumut dengan Paku

Secara garis besar, siklus hidup tumbuhan lumut memiliki kesamaan dengan paku. Namun terdapat beberapa perbedaan antar keduanya, yakni:
ADVERTISEMENT
  1. Pada tumbuhan lumut, proses gametofitnya lebih lama dan dominan dibandingkan dengan sporofit. Gametofit inilah yang akan mendukung kehidupan sporofit. Sebaliknya, pada tumbuhan paku, proses sporofit lebih dominan daripada gametofit. Sehingga, gametofit hanya untuk mendukung kehidupan awal bagi sporofit.
  2. Tumbuhan paku merupakan hasil pertemuan dua sel kelamin dari tumbuhan itu sendiri. Sedangkan pada tumbuhan lumut merupakan hasil perkembangan spora secara pembelahan meiosis.
  3. Tumbuhan paku menghasilkan spora dalam bentuk dan ukuran yang berbeda (mikrospora dan makrospora). Sedangkan lumut nggak menghasilkan spora yang berbeda.
  4. Spora dari tumbuhan paku akan bergerak hogroskopik hingga kotak spora pecah dan menyebar dengan bantuan angin. Sedangkan lumut akan berkembang secara aseksual dengan membentuk tunas dan fragmen talus.
Itulah penjelasan tentang siklus hidup pada tumbuhan lumut dan perbedaannya dengan tumbuhan paku. Semoga membantu. (MZM)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020