Konten dari Pengguna

Waktu Pelaksanaan Penyerahan Kedaulatan Indonesia Menurut Catatan Sejarah

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyerahan kedaulatan Indonesia dilaksanakan setelah berlangsung Konferensi Meja Bundar, sumber foto: (Gulfer Ergir) by Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyerahan kedaulatan Indonesia dilaksanakan setelah berlangsung Konferensi Meja Bundar, sumber foto: (Gulfer Ergir) by Unsplash.com

Waktu penyerahan kedaulatan Indonesia dilaksanakan setelah berlangsung Konferensi Meja Bundar atau KMB. Seperti yang diketahui, memperoleh kedaulatan untuk negeri sendiri ini membutuhkan proses yang panjang dan pengorbanan yang besar. Telah banyak jalan yang ditempuh oleh para pendiri bangsa untuk meraih kebebasan sepenuhnya dari para penjajah. Oleh karena itu, generasi di masa kini perlu memahami sejarah dari penyerahan kedaulatan Indonesia agar lebih memiliki rasa nasionalisme atau cinta tanah air. Lalu, kapan waktu penyerahan kedaulatan negara Indonesia tersebut? Agar mengetahuinya, simak rangkaian sejarah di bawah ini.

Langkah Diplomasi Indonesia-Belanda

Langkah diplomasi dilakukan melalui berbagai perundingan dengan Belanda yang bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia. Diplomasi ini berlangsung dari tahun 1946-1949.

Ilustrasi penyerahan kedaulatan Indonesia dilaksanakan setelah berlangsung Konferensi Meja Bundar, sumber foto: (Adam Niescioruk) by Unsplash.com

Mengutip buku Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan oleh Tim Ganesha Operation (2014) perundingan tersebut di antaranya yaitu Perundingan Linggarjati, Perundingan Renville, dan Konferensi Meja Bundar (1949).

Upaya diplomasi ini tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Bahkan, Belanda melakukan Agresi Militer I mulai dari 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947.

Setelah agresi militer, Indonesia meminta bantuan lembaga internasional, sehingga terjadi kedaulatan yang disepakati bersama.

Perundingan Renville yang dilakukan di kapal perang USS Renville berlabuh di Jakarta dan menghasilkan jalan tengah berupa gencatan senjata serta penambahan wilayah Belanda.

Namun, perlu diketahui bahwa hasil Perundingan tersebut banyak merugikan Indonesia karena kehilangan wilayah strategis.

Perjanjian Konferensi Meja Bundar

Agresi Militer II mengakibatkan Belanda mendapat banyak kecaman dari berbagai negara di dunia. PBB memberikan tanggapan dengan menerbitkan Resolusi Nomor 67 pada 28 Januari 1949. Isi dari resolusi tersebut adalah perintah untuk penghentian pertempuran dan menyerahkan kedaulatan sepenuhnya kepada Indonesia.

Kemudian, Belanda dan Indonesia mengadakan perundingan yang menghasilkan Perjanjian Roem-Royen pada 14 April-7 Mei 1949.

Isi Pernjajian Roem-Royen yaitu pengembalian Pemerintahan Indonesia ke Kota Yogyakarta, penarikan pasukan Belanda dari Yogyakarta, dan ajuan mengadakan KMB di Den Haag, Belanda.

Berdasarkan catatan sejarah tersebut, KMB secara resmi dibuka pada 23 Agustus 1949 yang berjalan secara lambat dan alot. Penyerahan kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949 dilaksanakan setelah berlangsungnya Konferensi Meja Bundar. (DLA)