Konten dari Pengguna

Warna Pelangi dan Penjelasan di Balik Keindahannya

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keindahan warna pelangi. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Keindahan warna pelangi. Foto: pixabay

Kita pernah melihat adanya pelangi yang terbit selepas hujan reda. Warna pelangi yang indah membuat kita tak henti-henti mengagumi ciptaan yang Maha Kuasa.

Namun sebenarnya, terbentuknya warna pelangi ini ada penjelasannya, lho! Simak di sini ya.

Warna Pelangi

Sulasmi Darmaprawira dalam buku Warna: Teori dan Kreativitas Penggunaannya Edisi 2 tahun 2002, menyebutkan pada abad ke-17, ilmuan Inggris Isaac Newton, menemukan bahwa:

Cahaya putih matahari sebenarnya merupakan perpaduan cahaya berbagai warna yang disebut dengan spektrum warna. Spektrum warna yang merupakan komponen dari cahaya putih ini yang sering kita sebut sebagai warna pelangi: mejikuhibiniu yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu, dan disebut sebagai cahaya tampak.

Pelangi terbentuk dari cahaya matahari menyinari tetesan air hujan. Tetesan air hujan berperan sebagai prisma kecil yang membiaskan sinar matahari ke samping dan membagi menjadi berbagai warna.

Terdapat dua jenis warna pelangi, yakni warna pelangi primer dan warna pelangi sekunder, berikut ini adalah penjelasannya:

Warna pelangi primer adalah pelangi yang terjadi akibat satu pantulan air hujan, dan memiliki warna yang terkuat, dengan warna merah pada bagian luar dan warna ungu pada bagian dalam.

Warna pelangi sekunder terjadi karena adanya pemantulan cahaya sebanyak dua kali atau lebih. Pelangi sekunder yang dihasilkan oleh dua pantulan akan terlihat di langit dan berada di atas pelangi primer. Susunan warna pelangi sekunder berkebalikan dengan warna pelangi primer, di mana warna violet berada di atas dan merah di bawah.

Pelangi memiliki bentuk yang bervariasi. Biasanya ketika kita menjumpai pelangi maka bentuknya adalah setengah lingkaran atau melengkung, namun sebenarnya bentuk pelangi adalah lingkaran penuh.

Pelangi berbentuk lingkaran karena pada saat tetesan air hujan membengkokkan sinar matahari, maka sinar tersebut keluar dari tetesan air dalam sudut 40-42 derajat dari sudutnya, meski kita hanya melihatnya sebagai setengah lingkaran karena terpotong oleh atmosfer bumi, atau objek lain yang menghalangi cahaya, seperti gedung-gedung tinggi, gunung ataupun bukit.

Faktor yang membuat kita bisa melihat pelangi adalah cahaya matahari, dimana matahari bersinar, dan posisinya berada di belakang kita sebagai pengamat pelangi.

Itulah penjelasan mengenai warna pelangi, semoga bermanfaat. (Adelliarosa)