Yuk, Ketahui Lebih Jauh Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia!

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mari mengenal sejarah masuknya Islam ke Indonesia. Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di Asia Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi kita mengetahui sejarah masuknya agama Islam ke negeri ini. Baca ulasannya sampai akhir, ya!
Sejak Kapan dan Bagaimana Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia?
Sebenarnya cukup sulit untuk menentukan kapan dan bagaimana awal mula masuknya Islam ke Indonesia. Di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat yang mengikhtisarkan teori masuknya Islam yang didukung dengan berbagai bukti sebagai berikut.
Teori Gujarat (India)
Teori yang pertama adalah teori Gujarat, India. Berdasarkan teori ini Islam diperkirakan datang dari India melalui peran dari para pedagang Gujarat, India Muslim sekitar abad ke-13 Masehi. Mereka datang melalui Selat Malaka dan kemudian berhubungan dengan warga lokal bagian barat Nusantara. Hasil dari kontak tersebut melahirkan kerajaan pertama di Indonesia yaitu Kesultanan Samudra Pasai.
Teori ini dibuktikan dengan ditemukannya makam pendiri Kesultanan Samudera Pasai di Aceh, Malik As-Saleh dengan angka 1297. Corak batu dari nisan tersebut memiliki kemiripan dengan corak batu nisan di Gujarat, India. Selain itu, ditemukan pula batu nisan dari makam Maulana Malik Ibrahim, yaitu salah seorang Walisongo yang wafat sekitar tahun 1419. Nisan tersebut ditemukan tepatnya di pesisir utara Sumatera yang mana corak dari nisan tersebut juga serupa dengan batu nisan dari India.
Teori Mekah (Arab)
Teori kedua ini adalah teori mekah, menurut teori ini Islam dipercaya masuk ke Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui perdagangan dari para pedagang Arab muslim pada abad ke-7 Masehi. Teori ini didukung oleh beberapa sejarawan salah satunya Buya Hamka. Menurut Buya Hamka, Islam masuk dan menyebar di Indonesia sejak abad ketujuh masehi dengan bukti sebuah naskah kuno dari Cina yang menyebutkan mengenai sekelompok bangsa Arab yang telah bermukim di sekitar Pantai Barat Sumatera pada abad 625 Masehi. Dan ditemukan sebuah nisan kuno bertuliskan nama Syekh Rukunuddin. Teori tersebut juga didukung oleh T.W Arnold mengenai peran para saudagar Arab yang menguasai aktivitas perdagangan di Indonesia pada kala itu.
Teori Cina
Selanjutnya adalah teori masuknya Islam dari Cina. Islam di Cina berkembang pada masa Dinasti Tang tepatnya pada 618-905 Masehi. Ajaran Islam dibawa oleh panglima muslim yang berasal dari kekhalifahan Madinah. Islam sendiri masuk ke Indonesia bersamaan dengan adanya migrasi orang-orang Cina ke Asia Tenggara dan kemudian memasuki wilayah Sumatra bagian selatan pada abad ke-9.
Bukti dari teori ini adalah terdapat banyak pendakwah Islam keturunan Cina yang kemudian sebagian dari mereka disebut Wali Songo. Mereka memiliki pengaruh yang cukup besar di Kesultanan Demak, sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Bahkan Kesultanan Demak sendiri didirikan oleh Raden Patah yang memiliki nama Cina, Jiu Bun, dan mempunyai seorang istri perempuan yang berasal dari Cina. Ia memimpin Kesultanan Demak sejak tahun 1500 Masehi bersama para Wali Songo.
Teori Persia (Mesir)
Terakhir adalah teori Persia. Berdasarkan teori ini, Islam datang ke Indonesia melalui peran pedagang asal Persia. Teori ini didukung oleh Umar Amir Husen dan Husein Djajadiningrat. Mereka berpendapat bahwa tradisi kebudayaan Islam di Indonesia memiliki banyak kesamaan dengan yang ada di Persia. Misalnya seni kaligrafi yang dipahat pada batu nisan, dan ritual kebudayaan Tabot dari Bengkulu, Tabuik dari Sumatera Barat yang serupa dengan ritual di Persia pada perayaan tanggal 10 Muharam.
Namun, teori ini bisa dibilang cukup lemah alasan nya karena Islam di Indonesia mayoritas bermazhab Sunni sedangkan Islam yang berasal dari Persia atau yang saat ini adalah Negara Iran merupakan Syiah.
Jadi begitu lah kurang lebih sejarah tentang bagaimana masuknya Islam ke Indonesia. Terlepas dari banyaknya perdebatan mengenai teori yang ada, sejatinya Islam masuk ke Indonesia melalui cara damai.
Sekian tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan kamu mengenai sejarah Islam di Indonesia. Yuk, terus mengingat sejarah! (AG)
