Ada Video Berita Berbahasa Sunda Tayang di TV Korea, Ternyata Begini Faktanya

Membahas isu-isu yang lagi viral
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belakangan video berita tentang virus corona yang disampaikan dengan bahasa Sunda dengan aksen Korea ramai di media sosial. Video yang tampak seperti tayang di televisi Korea itu dibagikan Humas Bandung, kemudian diunggah ulang oleh akun @monetinthepool di Twitter.
Dalam video terlihat seseorang membawakan berita mengenai Bandung yang berhasil menurunkan angka corona. Namun, yang membuatnya unik, orang-orang dalam video tersebut menggunakan bahasa Sunda dengan aksen Korea.
Kini video tersebut telah viral di Twitter maupun Instagram, ditonton sampai lebih dari 1 juta kali dan disukai oleh lebih dari 60 ribu orang lintas media sosial. Beragam tanggapan pun diberikan warganet, kebanyakan yang merasa terhibur dengan konten tersebut.
Adapun video itu aslinya dibuat oleh Deon Setiadinata, kemudian diunggah ke akun Instagram @deonsetiadinata.
Dihubungi tim Berita Viral, Jumat (31/7), sebelumnya Deon mengaku sudah sempat viral dengan konten bergaya Korea Utara. Namun, lantaran takut dirudal ia pindah haluan jadi membuat konten bergaya Korea Selatan.
“Karena saya kontennya bahasa Sunda pakai aksen Korea, jadi inspirasinya dari kantor berita Korea Selatan KBS. Sekarang mainnya di Korea Selatan. Waktu pertama viral dulu itu bawain berita Korea Utara,” ujar Deon ketika dihubungi lewat Instagram.
Deon pun membeberkan sebab pembuatan video, yakni agar pesan tersampaikan secara luas kepada masyarakat. Menurut pria berusia 27 tahun itu, konten dengan unsur Korea cenderung lebih cepat viral dan mudah dicerna warga Indonesia ketimbang cara formal.
Mengenai tujuan pembuatan video, Deon mengaku ingin mengedukasi masyarakat cara adaptasi kebiasaan baru (AKB), seperti mengenakan masker, rajin mencuci tangan, serta menjaga kebersihan.
“Mengedukasi masyarakat khususnya orang Sunda untuk lebih aware tentang AKB,” ungkap Deon.
Sementara mengenai proses pembuatan video tersebut, Deon mengaku hanya memakan waktu selama sehari. Sudah melakukan berbagai persiapan sebelumnya, ia membuatnya di pagi hari, kemudian mengeditnya saat sore.
Meski sudah viral di Instagram, Deon baru serius menjadi konten kreator di Instagram sejak pandemi virus corona. Sebelumnya, ia mengaku bekerja sebagai karyawan di sebuah restoran cepat saji di Bandung.
Rencananya, setelah pandemi virus corona berakhir, Deon akan mencari pekerjaan baru. Adapun di sela-sela pekerjaannya nanti, ia akan kembali membuat konten.
"Mungkin setelah pandemi hilang saya kerja lagi seperti biasa, sambil bikin konten-konten," tutup Deon. (bob)
