Konten dari Pengguna

Alasan Mengapa Orang China, Jepang dan Korea Sering Makan Pakai Sumpit

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makan pakai sumpit. Foto: Unsplash.com/Luke Chan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makan pakai sumpit. Foto: Unsplash.com/Luke Chan

Sudah tak asing lagi jika kita melihat orang China, Jepang, dan Korea makan menggunakan sumpit. Bahkan, publik di Tanah Air juga cenderung menggunakan benda ini ketika menyantap makanan terutama mi goreng.

Lalu, seperti apakah asal mula penggunaan sumpit tersebut sebagai alat makan ini hingga diikuti oleh berbagai negara di dunia. Apalagi, ketiga negara tersebut hingga kini masih menggunakan sumpit ketika makan. Berikut fakta-faktanya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Sumpit Berasal dari China

Tahukah kamu bahwa penggunaan sumpit ternyata pertama kali berasal dari China.

Ilustrasi makan pakai sumpit. Foto: Unsplash

Dalam berbagai sumber menyebutkan bahwa alat makan ini diduga telah ada sejak 5.000 tahun lalu sebelum masehi (SM). Bahkan, para arkeolog menemukan penduduk China zaman dulu telah menggunakannya sebagai alat makan.

Dari temuan benda bersejarah tersebut ditemukan 20 jenis sumpit di Kota Gaoyou, Provinsi Jiangsu. Masing-masing sumpit dilaporkan berukuran 9 sampai 18 cm dan berdiameter 1,3 sampai 0,9 cm.

Uniknya, sumpit yang ditemukan tersebut ternyata tidak terbuat dari kayu atau bambu. Mereka menemukan sumpit terbuat dari tulang-tulang binatang yang diduga digunakan penduduk China zaman dulu sebagai alat untuk makan.

Makanan Penduduk China, Jepang, dan Korea Rata-rata Makan Bijian-bijian dan Non-Gandum

Asal mula penduduk China, Jepang, dan Korea menggunakan sumpit sebagai alat makan mereka ternyata berawal dari jenis makanan yang mereka konsumsi.

Ilustrasi makan pakai sumpit. Foto: Unsplash

Dilaporkan, pada zaman dulu, penduduk ketiga negara itu cenderung menyantap makanan bijian-bijian atau sayuran hingga non-gandum.

Bahkan, untuk menyantap nasi juga dikabarkan selalu menggunakan sumpit karena dianggap lebih efisien ketimbang sendok. Berbeda dengan bubur atau sering disebut millet, penduduk ketiga negara itu lebih memilih menggunakan sendok.

Nah, sejak saat itu orang China, Jepang, hingga Korea rutin menggunakan sumpit ketika mengonsumsi makanan bijian-bijian atau sayur-mayur hingga non-gandum. Apalagi, kala itu, rata-rata makanan juga dilaporkan cenderung direbus hingga membuat sumpit menjadi alat yang sering digunakan ketimbang sendok atau garpu.

Sejak saat itulah, variasi sumpit bermunculan. Dari dulunya hanya terbuat dari bambu hingga beralih ke logam dan plastik.

Penggunaan Sumpit adalah Budaya Penduduk China, Jepang, dan Korea

Tiga negara Asia Timur yakni China, Jepang, dan Korea sangat memegang erat budaya mereka terutama saat makan.

Ilustrasi makan pakai sumpit Foto: Unsplash

Bahkan, penduduk ketiga negara ini rata-rata masih menggunakan sumpit ketika makan hingga saat ini.

Selain itu, fakta unik penggunaan sumpit yang tidak banyak orang tahu hingga kini masih diterapkan ketiga negara tersebut karena menganggap hal itu adalah budaya dan rasa hormat.

Dilaporkan, ketika makan menggunakan sumpit maka menunjukkan kerendahan hati hingga rasa hormat kepada orang lain.

Di samping itu, mereka juga menganggap menggunakan sumpit lebih sehat ketimbang sendok atau garpu. Kesakralan sumpit ini juga dinilai berlaku di keluarga. Dikabarkan, penggunakan sumpit saat makan juga menandakan sikap lebih sopan apalagi berada di depan orang tua.

Itulah asal mula atau sejarah sumpit yang kini masih digunakan sebagia alat makan di negara China, Jepang, dan Korea. (fre)