Konten dari Pengguna

Apa Sebenarnya Fungsi Kumis pada Kucing dan Kenapa Gak Boleh Dipotong?

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kucing. Foto: Evgeny Hmur/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kucing. Foto: Evgeny Hmur/Shutterstock

Kucing menjadi salah satu hewan yang banyak dijumpai, entah itu di jalanan, di pasar, hingga sebagai hewan peliharaan di rumah. Bentuk dan penampilannya yang menggemaskan membuat kucing banyak dipilih sebagai hewan peliharaan.

Dari penampilan, bulu kucing menjadi salah satu hal penting sebagai penunjang kecantikannya. Di antara bulu itu, kucing juga memiliki kumis. Namun, pernahkah kamu berpikir kumis pada kucing sebenarnya berfungsi untuk apa, sih? Bolehkah kumis pada kucing dipotong?

Kamu perlu tahu, ternyata ini fungsi kumis pada kucing.

Sebagai Sensor atau Indra Peraba

Kamu para pencinta atau pemilik kucing, jangan sampai memotong atau mencukur kumis kucing kesayangan kamu ya. Sebab, kumis pada kucing berfungsi sebagai sensor atau indra peraba. Sensor yang berada di ujung kumis itu sering disebut proprioseptor.

Hal ini akan berfungsi membantu kucing untuk mengirim pesan ke otak dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Mulai dari posisi tubuh hingga membantu melihat atau mengarahkan ke benda atau objek yang dituju.

Sebagai Keseimbangan Tubuh

Gracie si kucing serigala yang dipelihara oleh Brianna Walton. Foto: graciewolfcat via Instagram

Selain sebagai sensor, kumis pada kucing juga menjadi penyeimbang tubuh bagi kucing itu sendiri. Bahkan, menurut berbagai penelitian, kucing tidak mampu berjalan normal jika kedua kumisnya dipotong habis. Itu juga dapat membuat kucing menjadi tidak berselera makan dan kondisi ini tentu bisa memicu kucing sakit.

Sebagai Alat Pendeteksi

Kumis menjadi hal penting bagi hewan kucing. Sebab, kumis pada kucing juga dapat berfungsi sebagai alat pendeteksi. Selain matanya yang tajam, dengan adanya kumis sebagai alat pendeteksi, kucing dapat menemukan benda atau objek yang berada di tempat gelap gulita sekalipun.

Kucing dapat mendeteksi kondisi ruangan dengan sangat baik karena memiliki kumis sebagai alat pendeteksi suhu. Tak heran jika kumis pada kucing disebut sebagai mata kedua karena memiliki fungsi yang menunjang penglihatan dalam menemukan suatu benda.

Pengukur

Ilustrasi Kucing Persia. Foto: Shutter Stock

Kucing menjadi hewan yang begitu gesit, bahkan dalam melewati celah atau lubang sekalipun. Rupanya, kemampuannya ini juga tidak luput dari adanya kumis pada kucing.

Kumis itu menjadi alat bantu kucing ketika beraktivitas, terutama untuk masuk dan melewati celah-celah sempit. Pasalnya, bulu kumis kucing disebut berperan sebagai pengukur yang dapat mengira lebar celah dengan ukuran tubuhnya yang kemudian disampaikan ke otak kucing.

Penunjang Keberanian

Kucing. Foto: Susann Mielke from Pixabay

Tak hanya sebagai alat sensor, keseimbangan, pendeteksi, hingga pengukur, kumis pada kucing ternyata juga menjadi penunjang keberanian. Dengan kata lain, tanpa kumis, kucing dapat memiliki rasa takut berlebihan. Selain itu, kucing juga akan bermalas-malasan jika kumisnya dipotong atau dicukur.

Itulah beberapa fakta menarik kumis pada binatang kucing. Jadi, jangan sampai kamu potong kumis pada kucing, ya! (fre)