Awal Mula Perawat di Rumah Sakit Dipanggil Suster

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
6 April 2022 16:01
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi perawat mendampingi pasien. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perawat mendampingi pasien. Foto: pixabay
ADVERTISEMENT
Kamu pasti sering memanggil perawat di rumah sakit dengan suster. Terkadang, panggilan tersebut terbilang aneh lantaran pembantu dokter di rumah sakit merupakan perawat. Lalu, mengapa ya, dipanggil suster? Dan, mengapa bukan perawat?
ADVERTISEMENT
Nah, hal tersebut penuh dengan tanda tanya. Apalagi, setiap pasien yang memanggil suster di rumah sakit pasti perawat yang datang. Lebih anehnya lagi, profesi suster malah tidak ada di rumah sakit. Namun, setiap perawat kemudian dipanggil suster.
Untuk itu, berikut asal usul pemanggilan suster dalam profesi perawat di rumah sakit. Kali ini, Berita Viral akan mengupas tuntas mengapa hal tersebut terjadi.
Pengaruh dari Budaya Belanda
Pengaruh bahasa hingga budaya Belanda sangat kental di Indonesia. Apalagi, Negeri Kincir Angin ini pernah menjajah Tanah Air hingga disebut-sebut selama 3,5 abad alias 350 tahun. Tatkala, penyebutan atau pemanggilan dalam budaya Belanda masih kita pakai saat ini. Salah satunya panggilan suster.
Ilustrasi perawat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perawat. Foto: Shutterstock
Menurut berbagai sumber, suster berasal dari bahasa Belanda yakni zuster alias saudara perempuan dalam bahasa Indonesia. Pangggilan suster atau zuster dulunya sangat populer dalam gereja Katolik. Sebab, kata suster biasanya ditujukan untuk biarawati.
ADVERTISEMENT
Hingga kemudian, kala itu, banyak penduduk Indonesia memanggil pegawai rumah sakit yang merupakan perempuan sebagai suster.
Dipakai sejak masa Hindia-Belanda
Pemanggilan suster dalam profesi perawat ternyata telah berlangsung cukup lama yakni sejak Indonesia masih bernama Hindia-Belanda. Kala itu, para suster mayoritas bekerja di bagian pelayanan di rumah sakit. Tidak hanya dalam pelayanan rohani, suster juga merawat banyak orang dan hampir sama dengan tugas seorang dokter.
Ilustrasi perawat. Foto: THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO /via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perawat. Foto: THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO /via REUTERS
Tidak hanya itu, dulunya, sebagian besar rumah sakit di Indonesia (Hindia-Belanda) didirikan oleh para misionaris dari Belanda. Tak ayal, para suster kemudian banyak yang berprofesi sebagai perawat di rumah sakit.
Nah, dari sinilah, pemanggilan suster dalam profesi perawat mulai digunakan. Bahkan, panggilan tersebut lantas menjadi kebiasaan hingga banyak orang saat ini memanggil perawat sebagai suster di rumah sakit.
ADVERTISEMENT
Suster bukanlah perawat
Seperti yang dijelaskan di atas, asal mula penyebutan suster dalam profesi perawat berawal dari misionaris Belanda yang bekerja sebagai perawat. Dengan arti, suster sebenarnya bukanlah perawat melainkan misionaris.
Ilustrasi perawat berhati malaikat. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perawat berhati malaikat. Foto: pixabay
Sementara itu, perawat merupakan pembantu dokter yang selalu ikut mendampingi saat memeriksa pasien di rumah sakit dan juga harus memiliki latar belakang pendidikan sebagai perawat. Namun, anehnya, profesi ini tidak pernah dipanggil perawat oleh pasien ketika di rumah sakit.
Kebanyakan memanggil dengan suster akibat kebiasaan yang telah berlangsung sekian lama. Akan tetapi, tidak hanya suster, sebagian perawat di Tanah Air ternyata juga kerap dipanggil ners.
Nah, itu dia sejarah atau asal usul pemanggilan suster dalam profesi perawat di rumah sakit. Kalau dipikir-pikir, kasihan juga ya, gaes pasien tidak pernah memanggil profesi perawat ketika membutuhkan bantuan. (fre)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020