Baru Tahu, Ternyata Kebiasaan Berjabat Tangan Adalah Peninggalan Zaman Kuno

Membahas isu-isu yang lagi viral
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk menunjukkan kesopanan, kita kerap kali menjabat tangan seseorang. Mulai dari mengucapkan selamat, mengungkapkan kerinduan, hingga menyapa atau berpisah. Namun, kebanyakan kita pasti bertanya-tanya kapan dan bagaimana kebiasaan tersebut terjadi?
Apalagi, berjabat tangan merupakan hal yang harus dilakukan untuk menunjukkan rasa sopan dan keramahan. Bayangkan saja, tanpa melakukan hal tersebut, seseorang akan menganggap kita tidak sopan hingga sombong.
Kali ini, tanda tanya tersebut telah terungkap mengapa kita sering melakukan hal itu. Dan, bagaimana sih, hal tersebut bisa menjadi kebiasaan dan selalu dilakukan hingga saat ini.
Dilakukan sejak zaman Yunani kuno
Kebiasaan berjabat tangan ternyata memiliki sejarang panjang. Sebab, hal ini ternyata pertama kali dilakukan di zaman Yunani pada abad ke-5 sebelum masehi (SM). Hal itu dibuktiknn dengan adanya prasasti yang merupakan peninggalan alias bukti sejarah kebiasaan prajurit yang berperang di zaman Yunani.
Mengutip berbagai sumber, pada prasasti tersebut memperlihatkan Raja Asyur Shalmaneser III (859-827 SM) tengah berjabat dengan penguasa Babilonia. Di prasasti itu, terlihat dua penguasa tersebut tampak memegang tongkat sambil berjabat tangan.
Sebagai simbol perdamaian
Dulunya berjabat tangan ternyata merupakan simbol yang sangat penting dalam peperangan. Tak ayal, jika pemimpin tengah berjabat tangan satu sama lain, maka hal itu menunjukkan bahwa peperangan telah usai alias simbol perdamaian.
Sementara itu, di masah Romawi kuno, jabat tangan juga berarti perdamaian. Namun, mereka melakukan sedikit berbeda. Setiap dua kelompok atau kerajaan yang bertikai, maka jabat tangan adalah solusinya dengan sambil memegang lengan lawan untuk memastikan tidak ada senjata tajam yang disimpan.
Tanda perpisahan
Berjabat tangan ternyata masih memiliki yang sama dari zaman hingga saat ini. Pada zaman Yunani kuno, setiap orang yang melakukan jabat tangan ternyata juga menyimbolkan sebagai tanda perpisahan. Mulai dari meninggal dunia hingga tidak akan bertemu lagi.
Tak ayal, jabat tangan ternyata sangat bermakna kala itu. Apalagi, kebiasaaan ini juga menyimbolkan seseorang, kelompok, pemimpin yang memiliki sifat setia dan saling percaya.
Tanda tidak memiliki senjata
Jabat tangan ternyata juga memiliki hubungan erat dengan senjata. Pasalnya, di zaman Yunani kuno, setiap orang yang hendak berjabat tangan juga menjadi simbol atau tanda tidak memiliki senjata.
Selain simbol perdamaian dan kesetiaan, jabat tangan juga menandakan seseorang tidak menyimpan senjata.
Disebukan, pada era Yunani dan Romawi kuno, setiap prajurit sering menyembunyikan senjata di tangan kanan mereka. Hingga kemudian, sebelum berjabat tangan, semua senjata telah dilepaskan alias menandakan peperangan telah usai.
Simbol janji
Pada zaman dulu, setiap orang yang berjabat tangan memiliki segudang makna. Tak ayal, tak sembarang orang yang melakukan kebiasaan ini. Sebab, dua orang yang berjabat tangan mengindikasi sebuah perdamaian, kesetiaan, hingga perpisahan.
Tidak hanya itu, jabat tangan juga berlaku sebagai simbol janji antara dua kelompok yang dilakukan pemimpin masing-masing. Dengan kata lain, setelah melakukan hal tersebut, sebuah janji tidak boleh diingkari.
Nah, itulah sejarah berjabat tangan yang ternyata merupakan hal yang sangat sakral hingga penting dan juga telah dilakukan sejak zaman Yunani kuno. Selain itu, jabat tangan juga memiliki makna hampir sama dengan zaman sekarang. (fre)
