Benarkah Tidur Pakai Kipas Angin Sebabkan Paru-paru Basah?

Membahas isu-isu yang lagi viral
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memakai kipas angin saat kita tidur bisa menyebabkan paru-paru basah merupakan stereotip yang turun temurun masih dipercaya hingga saat ini. Bahkan, angin yang dihasilkan dari alat elektronik tersebut diyakini menjadi salah satu penyebab paru-paru manusia tidak sehat.
Tahukah kamu anggapan tersebut ternyata tidak selalu benar apalagi dikaitkan dengan penyakit paru-paru basah. Nah, simak penjelasannya yang dirangkum dari berbagai sumber tentang anggapan kipas angin sering disebut pemicu paru-paru basah.
Kipas Angin Sebabkan Paru-paru Basah adalah Hoaks
Anggapan angin yang dihasilkan dari alat elektronik yang satu ini disebut bisa menyebabkan paru-paru basah merupakan hal keliru. Pasalnya, para pakar menyimpulkan bahwa paparan kipas angin tidak memiliki kaitan dengan pneumonia atau sering disebut paru-paru basah.
Disebutkan, tidak adanya pembuktian bahwa penggunaan kipas angin ketika kita tertidur menyebabkan paru-paru basah. Bahkan, penelitian medis yang telah dilakukan tidak menemukan indikasi paru-paru basah meski menggunakan alat elektronik tersebut ketika tertidur.
Dengan demikian, para-paru basah disebut tidak bisa menyebabkan efusi pleura atau penumpukan cairan di rongga pleura yang merupakan selaput tipis yang melapisi paru-paru dan dinding dada.
Penggunaan Kipas Angin Bisa Sebabkan Hipotermia, Bukan Paru-paru Basah
Menggunakan kipas angin terlalu lama ternyata bisa menyebkan suhu tubuh terganggu alias hipotermia. Seseorang bakal mengalami kehilangan panas di tubuh lebih cepat ketimbang panas yang dihasilkan.
Tak ayal, suhu tubuh disebut bakal menjadi sangat rendah hingga menyebakan kulit terasa sangat dingin. Selain itu, penggunaan kipas angin secara berlebihan juga bisa memperparah penderita alergi debu yang bisa menyedot debu ruangan hingga terhirup.
Tidak hanya itu, kamu juga bisa mengalami kekurangan cairan. Pasalnya, ketika menggunakan kipas angin secara berlebihan setiap harinya, maka akan menyebabkan udara semakin dingin dan menyerap air dalam tubuh.
Hal inilah yang bisa mengakibatkan kondisi tubuh mendadak lemah karena tubuh kekurangan cairan usai diserap udara akibat penggunaan kipas angin. Dengan begitu, kondisi tubuh perlahan bakal menurun dan kita bakal merasa haus.
Paru-paru Basah Disebabkan Infeksi Bakteri hingga Virus
Bukan karena penggunaan kipas angin, namun paru-paru basah ternyata disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Menurut para pakar, penyakit satu ini cenderung disebabkan karena bakteri yang menggerogoti tubuh yakni Streptococcus pneumonia.
Bakteri ini disebut merupakan yang sering membuat orang terkena paru-paru basah. Selain itu, penyebaran virus hingga penggunaan ventilator juga dinilai bisa menyebabkan seseorang menderita paru-paru basah.
Nah, yang perlu kamu ketahui, selain virus dan bakteri, infeksi jamur juga dianggap bisa saja menyebabkan seseorang menderita paru-paru basah. Pneumocystis jirovecii, cryptococcus, dan histoplasmosis merupakan tiga jamur yang biasanya menyebabkan mengidap pneumonia.
Dengan begitu, anggapan turun-temurun dan masih dipercaya hingga saat ini menganai penggunaan kipas angin bisa menyebabkan paru-paru basah ternyata merupakan hoaks. (fre)
