Konten dari Pengguna

Bukan Bahasa Betawi, Ternyata Ini Asal Kata Sapaan Lu dan Gue

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warga memadati kawasan luar Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (3/5/2022). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Warga memadati kawasan luar Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (3/5/2022). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto

Bahasa atau kata sapaan lu dan gue kerap diidentikkan dengan orang kota, khususnya warga Ibu Kota dan sekitarnya. Oleh karenanya, banyak orang menganggap bahwa sapaan lu dan gue atau lo dan gua ini adalah bahasa dari orang Betawi. Padahal faktanya tidaklah demikian.

Lalu, dari mana dan bagaimana asal kata sapaan lu dan gue tersebut kalau bukan bahasa asli Betawi?

Berasal dari Tiongkok

Pemasangan lampion tersebut sebagai hiasan menyambut Imlek di tepi Sungai Bengawan Solo. Foto: Mohammad Ayudha/Antara Foto

Rupanya, kata sapaan lu dan gue atau lo dan gua ini bukan dari bahasa Betawi, bahkan bukan dari Indonesia melainkan dialek atau aksen Bahasa Tiongkok Hokkien.

Bahasa ini dulunya dipakai orang-orang Tionghoa yang merantau ke Ibu Kota untuk berdagang atau menjalankan bisnis. Awalnya, mereka menyebut gue sebagai saya dan lu sebagai kamu. Bahasa tersebut makin berkembang akibat pengaruh Tionghoa terutama perkembangan Bahasa Hokkien zaman dulu di Jakarta dan sekitarnya.

Sudah Dipakai Sejak Abad ke-16

Ilustrasi warga Jakarta pada tahun 1970-an. Foto: Tangkapan Layar YouTube/@Ryan P).

Orang-orang Tionghoa ternyata telah menggunakan bahasa ini sejak abad ke-16. Disebutkan, penggunaan kata lu dan gua ketika para pedagang Tionghoa merantau ke Jakarta hingga membuat perkembangan bahasa mereka sangat pesat.

Ditambah, perdagangan di Jakarta dulunya juga sangat pesat sehingga warga lokal turut terpengaruh dengan Bahasa Hokkien dalam bertransaksi atau berkomunikasi setiap hari dengan warga Tionghoa. Banyak bahasa Hokkien kemudian digunakan dalam kegiataan sehari-hari oleh warga Jakarta dan sekitarnya.

Tak hanya lu dan gua, ada ratusan Bahasa Hokkien atau Tiongkok yang diserap ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), termasuk gopek, ceban, dan sebagainya dalam penyebutan jumlah uang.

Mudah Diterima Kaum Muda-Mudi

Warga Jakarta liburan ke monas. Foto: Galih Pradipta/Antara Foto

Perkembangan bahasa lu dan gue yang berasal bahasa dialek Hokkien di Provinsi Fujian, Tiongkok, hingga kemudian menjadi bahasa gaul di Tanah Air ini juga dipengaruhi kaum muda-mudi. Disebutkan, dulunya para pemuda juga tidak menampik perkembangan bahasa ini.

Bahkan, lu dan gue digunakan secara berbeda oleh suku Betawi. Disebut, dulunya sapaan lu dan gua mayoritas digunakan oleh suku Betawi yang berada di pinggiran, sementara di perkotaan cenderung menggunakan kata lo dan gua.

Kendati demikian, perkembangan bahasa tersebut kini telah menyebar ke berbagai penjuru di Tanah Air. Perkembangan zaman terutama adanya media sosial dan televisi semakin membuat bahasa lu dan gue mudah diterima oleh anak-anak muda dan menjadi bahasa gaul. (fre)