Cerita Warung Kopi yang Tiba-tiba Sepi Pelanggan dan Muncul Belatung di Makanan

Konten dari Pengguna
6 Oktober 2021 16:02
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Cerita Warung Kopi yang Tiba-tiba Sepi Pelanggan dan Muncul Belatung di Makanan (292343)
searchPerbesar
Ilustrasi warung kopi. Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Kala berjualan, memang tak setiap saat dagangan akan laku terjual. Namun, ketika di hari-hari sebelumnya ramai dikunjungi dan tiba-tiba saja menjadi sepi, tentu bakal membuat pemilik curiga.
ADVERTISEMENT
Apalagi bila kejadiannya seperti yang dialami pemilik warkop satu ini, ia curhat lantaran menemukan beberapa hal tak wajar. Lantas curhatannya tersebut kini menuai sorotan warganet.
Ia membagikan ceritanya lewat akun @Shine4uuu di Twitter, pada Senin (4/10/2021). Dalam utas yang dibuatnya, ia mengaku sudah membuka usaha warung kopi (warkop) selama enam bulan. Selama itu, tidak ada yang aneh dan terus ramai dikunjungi pelanggan.
Sampai akhirnya, pelanggan yang tadinya ramai mendadak jadi sepi. Ditemukan pula oleh pemilik, hal-hal tak wajar seperti munculnya belatung di berbagai makanan. Lantas, ia mulai menduganya sebagai santet.
Cerita Warung Kopi yang Tiba-tiba Sepi Pelanggan dan Muncul Belatung di Makanan (292344)
searchPerbesar
Warung kopi miliknya tiba-tiba sepi pengunjung, pemilik curigai ada santet. (Foto: @Shine4uuu/Twitter)
“Jujur, ini pertama kalinya gue percaya ilmu santet. Jadi, gue punya warkop, warkop gue ini sudah jalan sekitar 6 bulan. Awal sih gak ada apa-apa, ya. Gak ada yang aneh juga sama warkop, rame terus, gak ada yang namanya sepi. Tapi, akhir-akhir ini agak aneh,” kata pemilik warkop.
ADVERTISEMENT
Diceritakan kemudian mengenai keanehan yang terjadi di warkopnya. Seperti misalnya, bubur ayam dan bubur kacang hijau, tiba-tiba busuk. Padahal, keduanya belum lama dimasak.
"Padahal masak subuh tapi siang sudah busuk. Terus ada laporan, katanya ada belatung banyak banget di warkop. Gue gak percaya, terus gue bilang 'ah mungkin kurang bersih'," ujar sang pemilik.
Hanya, meski sudah memerhatikan kebersihan warkopnya sekalipun, bahkan sang ayah sudah memeriksa mengenai kemungkinan adanya bangkai hewan tapi ternyata tidak ada, hasilnya tetap sama. Belatung masih kerap bermunculan.
“Sebagian sudah gue bakar, tapi masih pada hidup. Enggak ngerti datangnya dari mana, gue sudah pasrah, deh. Makin hari makin ada aja yang dateng,” ujarnya mengenai belatung. “Ini engak boongan, ya. Aku abis vaksin, mama laporan lagi kalo ada belatung yang dateng,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Disebutkan oleh pengunggah, warkop miliknya tersebut berlokas di Depok, Jawa Barat. Seketika unggahan tersebut viral, dicuitkan ulang dan direspons oleh ribuan orang. Beragam komentar diberikan warganet, kebanyakan yang merasa heran dan ngeri dengan momen tersebut.
“Sama kayak warkop punya ibu gua, biasanya rame terus tiba-tiba sepi gak ada yang beli. Mentok sehari yang beli satu orang. Setelah sekian lama, tiba-tiba ada kakek-kakek ngasih tau kalau di depan pintu warung itu ada yang ngasih tanah kuburan biar usaha ibu aku jadi sepi gitu,” kata akun @unageaaah.
"Sebagus-bagusnya santet, tetep kalah sama ilmu marketing dan branding. Brand sekelas Starbucks, Apple, dan KFC, mau disantet kayak bagaimanapun, tetap laku. Sama kayak ATM, mau sebanyak apapun uang di ATM, tuyul enggak bakal bisa nyolong karena setan itu gak gaul+kuno+gaptek+gak bisa beradaptasi,” ujar akun @IamAmputra.
ADVERTISEMENT
“Orang susah emang nyusahin orang susah. Sabana kaga naburin tanah di KFC. Warkop kaga naburin tanah di Starbuck. Orang pasar kaga naburin tanah di supermarket. Tapi di depan tokoku ada tanah, ada kaca bulat, ada nemu tali udah usang, terakhir ada yang buang bangke tikus got di kresek depan gerbang,” sebut akun @micjka. (bob)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020