Curhat Perempuan Sebut Tinggal di Desa Lebih Berat daripada di Kota

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
13 Juni 2021 12:49
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Desa. Foto: Pixabay - @tpsdave
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Desa. Foto: Pixabay - @tpsdave
ADVERTISEMENT
Seorang perempuan yang curhat mengenai pengalamannya tinggal di desa baru-baru ini menuai sorotan publik. Sebab, bukan soal rasa senang atau kehidupan yang asri, ia justru menceritakan mengenai kerasnya tinggal di desa
ADVERTISEMENT
Momen tersebut dibagikan Ayu lewat akun @nonayu96 di TikTok, pada 9 Mei 2021. Dalam video berdurasi kurang dari semenit tersebut, ia memperlihatkan pemandangan khas pedesaan, yakni hamparan sawah di depan sebuah gunung.
Dari sana Ayu kemudian mulai bercerita bahwa tinggal di desa tidaklah seperti yang kebanyakan dibayangkan oleh orang-orang kota, yakni bukan sekadar tentang keasrian alamnya saja.
“Orang-orang kota berlomba ingin hidup dalam keasrian desa. Sampai mereka tahu bahwa di desa... orang tua dan keluarga toxic,” sebut Ayu dalam keterangan videonya.
Kehidupan di desa. (Foto: @nonayu96/TikTok)
zoom-in-whitePerbesar
Kehidupan di desa. (Foto: @nonayu96/TikTok)
Diungkap oleh Ayu mengenai kerasnya hidup di desa, mulai dari warga yang memiliki sifat ikut campur, terbatasnya lowongan pekerjaan, penguasa yang hanya dari kalangan pemilik uang, serta kantor cuma diisi keluarga pejabat.
ADVERTISEMENT
Infrastruktur pun disebutnya masih tidak merata, seperti misalnya jalanan yang berantakan. Hal tersebut diperparah dengan pengendara yang tak taat aturan, misalnya para pemotor tak pakai helm dan pengemudi mobil semena-mena.
“Tidak bisa berkembang, kaya dikit dikira ngepet atau jual diri,” lanjut Ayu.
Masih menurutnya, penyebab hal-hal tersebut masih erat dengan kehidupan di desa tak lain lantaran kurangnya pendidikan buat warga dan juga rendahnya ekonomi yang berarti tingkat kemiskinan tinggi.
“Semua karena kurangnya pendidikan dan rendahnya ekonomi,” tutup Ayu.
Kini unggahan tersebut pun viral, ditonton dan disukai oleh ratusan ribu orang. Beragam komentar diberikan warganet, kebanyakan setuju dengan pendapat Ayu, meski ada juga yang tidak sepakat.
“Karena kebanyakan nganggur, akhirnya urusin kehidupan orang. Orang desa jauh lebih kejam daripada orang kota soal ghibah,” kata akun @ano2avatar1.
ADVERTISEMENT
“Betul. Dulu aku pusing di desa mau kerja apa, akhirnya merantau ke kota. Kalau view memang bagus banget, tapi lingkungannya toxic,” ujar akun @sumha2.
“Ada yang lupa tingkat kekeluargaan sangat kental. Elu batuk aja mereka peduli. Gak bakal kelaparan walau gak kerja karena banyak tanaman panen,” sebut akun @tary364. (bob)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020