Drakor-nya Booming, Tahukah Kamu Apa Itu Pachinko di Dunia Nyata?

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
26 Maret 2022 19:46
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Lee Min-ho di Pachinko. (Foto: @actorleeminho/Instagram)
zoom-in-whitePerbesar
Lee Min-ho di Pachinko. (Foto: @actorleeminho/Instagram)
ADVERTISEMENT
Drama Korea terbaru dari Apple TV, Pachinko, belakangan melejit lantaran menandakan kembalinya Lee Min-ho setelah dua tahun vakum dari serial televisi. Drakor tersebut mulai tayang pada 25 Maret 2022.
ADVERTISEMENT
Hanya saja, meski drakornya menjadi booming, belum banyak yang mengetahui mengenai pachinko di dunia nyata. Mengutip Distractify, pachinko sendiri merupakan mesin judi yang serupa dengan permainan pinball.
Haya, yang menjadikannya judi, pinball pada pachinko bergerak otomatis seperti mesin slot. Pachinko sejatinya sempat ditutup pada Perang Dunia II, tapi kembali buka di akhir 1940-an, tepatnya diawali pada pembukan tempat komersial pertama pada 1948 di Jepang.
Pachinko tempat bermain slot atau judi mesin. Foto : Iglcc.org
zoom-in-whitePerbesar
Pachinko tempat bermain slot atau judi mesin. Foto : Iglcc.org
Sejak saat itu hingga 2017, judi pachinko menjadi bisnis besar di Jepang, dengan omset mencapai jutaan dolar atau setara belasan hingga puluhan miliar rupiah.
Meski begitu, pachinko kebanyakan dimiliki oleh komunitas Korea keturunan Jepang. Bahkan, dikutip dari The Japan Times, estimasinya 80 persen pachinko di Jepang dimiliki para imigran Korea.
ADVERTISEMENT
Adapun drakor yang menjadi debut Lee Min-ho di kancah internasional tersebut menceritakan tentang keluarga imigran Korea selama empat generasi dan bagaimana kehidupan mereka di Jepang.
Drakor tersebut merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karangan Min Jin Lee. Perempuan yang berprofesi sebagai jurnalis itu menjelaskan bahwa ia dapat ide untuk mengarang Pachinko setelah menghadiri sebuah perkuliahan.
Pengisi materi yang notabene misionaris asal Amerika Serikat menceritakan kisahnya yang tingga di komunitas imigran Korea di Jepang. Ketika itu, anak berusia 13 tahun bunuh diri akibat di-bully teman sekelas gegara merupakan orang Korea meski lahir di Jepang.
Dari sana, Min Jin yang merupakan orang Korea-Amerika ingin menceritakan kisah tersebut. Tema dari Pachinko termasuk rasisme, stereotip, dan kekuatan, terutama dalam konteks orang Korea yang hidup di Jepang pada Perang Dunia II.
ADVERTISEMENT
Mengutip Chicago Review of Books, Min Jin mengaku awalnya menamai novel yang menjadi drakor tersebut Motherland. Namun, ia kemudian menggantinya setelah menyadari betapa pentingnya bisnis Pachinko bagi orang Korea. (bob)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020