Konten dari Pengguna

Fenomena Mimpi Menjadi Nyata, Bisakah Dijelaskan Secara Ilmiah?

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bermimpi saat tertidur. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bermimpi saat tertidur. Foto: Shutterstock

Mungkin kamu pernah mendengar cerita teman atau siapapun yang mengaku mimpi lalu jadi kenyataan. Meskipun tidak secara detail semuanya yang ada dalam mimpi menjadi nyata, namun ada cerita secara garis besar atau bahkan hanya sepenggalnya saja dari mimpi yang dialami orang hingga disebut menjadi kenyataan.

Lalu, apakah benar mimpi menjadi nyata dapat dijelaskan secara ilmiah? Atau itu hanya kebetulan saja?

Mimpi dan Realita Adalah Dua Hal Berbeda

Ilustrasi bermimpi saat tertidur. Foto: shutterstock.com

Anggapan mimpi dinilai dapat menjadi kenyataan menjadi fenomena yang sulit dijelaskan. Pasalnya, mimpi dan realita merupakan dua hal yang berbeda dan sulit dikaitkan dengan kenyataan.

Seperti diketahui, mimpi adalah sebuah peristiwa, cerita atau gambar yang diciptakan oleh pikiran manusia saat tertidur. Mimpi dapat membuat senang, sedih, takut, membingungkan, dan kadang juga membuat kita berpikir rasional.

Ketika bermimpi, otak manusia sebenarnya tidak tertidur namun tetap bekerja aktif atau disebut REM (Rapid Eye Movement). Bedanya, ketika kita tertidur, otak disebut hanya merekam atau mengingatkan momen yang baru dijalani, masa lampau, hingga bisa mengada-ada.

Tidak Ada Penelitian Ilmiah yang Bisa Membuktikan

Ilustrasi bermimpi saat tertidur. Foto: shutterstock.com

Beberapa orang mengaku pernah mengalami mimpi yang kemudian menjadi kenyataan. Bahkan, ada yang percaya dengan mimpi tertentu sebagai pertanda atau petunjuk akan terjadinya sesuatu.

Namun beberapa ahli menganggapnya sulit untuk dibuktikan. Tidak ada penelitian atau eksperimen yang mampu membuktikan mimpi dapat menjadi kenyataan, petunjuk, hingga tolok ukur ke dunia nyata.

Mimpi Terjadi akibat Kehidupan Sehari-hari

Ilustrasi bermimpi saat tertidur. Foto: Shutterstock

Mungkin kamu pernah bermimpi buruk usai mengalami aktivitas berat sehari-hari, atau karena mengalami trauma. Sebab, mimpi disebut muncul terkait aktivitas, perasaan, atau masalah yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Dari berbagai penelitian, nyaris 90 persen orang yang bermimpi mengaku tidak bisa menceritakan mimpinya secara detail. Artinya, kemunculan mimpi yang dianggap dapat menjadi pertanda akan terjadinya sesuatu bahkan menjadi kenyataan dinilai tidak berdasar.

Akan tetapi, setiap orang yang bermimpi positif dinilai bisa menambah kepercayaan diri seseorang. Tidak hanya itu, mimpi juga dapat mengubah suasana hati manusia itu sendiri. Artinya, mimpi dianggap bukan patokan ke dunia nyata.

Itulah penjelasan fenomena mimpi yang beberapa orang percaya dapat menjadi pertanda atau menjadi kenyataan. Ternyata hingga saat ini belum ada penelitian yang mampu membuktikannya secara ilmiah. (fre)