Gara-Gara Ulah Nenek 75 Tahun, Jaringan Internet 2 Negara Lumpuh Total

Membahas isu-isu yang lagi viral
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nenek bernama Hayastan Shakarian tak menyangka tindakannya yang tak sengaja memotong kabel malah membuat kekacauan yang melibatkan negara tetangga. Sebab kabel yang dipotongnya itu telah membuat jaringan internet dua negara lumpuh total.
Laporan Sydney Morning Herald menyebut, Shakarian tinggal di sebuah desa miskin di wilayah Armazi, sekitar 15 km dari ibu kota Tbilisi, Georgia.
Kisah nenek 75 tahun itu terjadi pada 2011 silam. Saat itu, dia tengah mencari tembaga dan barang rongsokan lain untuk dijual.
Saat melihat ada potongan tembaga menjuntai dari tanah, tanpa berpikir lama dia langsung menggali dengan sekop. Tanpa diduga, sekopnya mengenai dan memutus kabel serat optik yang merupakan kabel utama pemasok jaringan internet di Georgia dan Armenia.
Alhasil, jaringan internet kedua negara lumpuh total. Sebab kabel itu merupakan jalur yang bertanggung jawab atas 90 persen koneksi interet di Armenia.
Para pengguna internet di negara berpenduduk 3,2 juta orang itu kehilangan akses internet karena koneksi internet dari provider utama di negara itu terputus.
Tak hanya itu, sebagian besar wilayah Georgia dan beberapa wilayah Azerbaijan juga terkena dampaknya.
Kerusakan itu berhasil dideteksi oleh sistem yang memantau sambungan serat optik dari Eropa Barat dan tim keamanan segera dikirim ke tempat itu. Mereka berhasil menemukan pelakunya, yakni Shakarian.
Wanita tua itu kemudian ditangkap aparat dan diseret ke pengadilan dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara karena dianggap melakukan kejahatan yang jadi sorotan dunia.
Wanita tua itu kemudian membela diri, bahwa dia tidak mungkin mampu melakukan kejahatan itu. Bahkan dia sendiri tidak tahu apa itu internet.
Perusahaan yang memiliki kabel serat optik, Georgian Railway Telecom mengatakan bahwa kerusakan itu serius. Karena menyebabkan 90 persen pengguna internet swasta dan perusahaan di negara tetangga, Armenia, kehilangan akses selama hampir 12 jam serta mengganggu penyedia layanan internet Georgia.
Tak ada informasi lanjutan bagaimana nasib Shakarian menghadapi kasus itu.
Yang jelas, meskipun Georgian Railway Telecom bersikeras bahwa kabel 380 mil memiliki perlindungan yang kuat, namun kejadian itu bukan pertama kalinya. Banyak kasus koneksi internet Georgia terputus pada 2009 oleh pemulung lain yang menggali kabel saat mencari logam-logam bekas untuk dijual.
Saat diposting kembali oleh akun @seputarinfodunia di Instagram, kejadian ini menarik perhatian publik. Beberapa warganet berkomentar dengan nada bercanda.
"Untung kabel fiber yg dipotong coba kabel listrik... Tinggal nama tuh nenek," celetuk @bangteguhsudrajat.
"Untung disana ga ada bocil ep ep. Bisa auto booyah dah nenek nya," timpal @taufikleon.
"Maklum namanya juga nenek nenek," tambah @blaze._.bl3za_12. (ace)
