Ilmuwan Ungkap Warna yang Jadi Favorit Nyamuk

Membahas isu-isu yang lagi viral
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musim hujan, nyamuk semakin marak bermunculan dan tentunya, setiap orang ingin menghindari gigitan hewan penghisap darah tersebut. Adapun warna ternyata menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian nyamuk.
Mengutip dari Prevention, banyak faktor yang disukai nyamuk. Studi oleh peneliti University of Washington yang dirilis sebagai jurnal Nature Communications, mengamati perilaku nyamuk Aedes aegypti betina ketika diberi visual atau aroma tertentu.
Sebelumnya diketahui, cara nyamuk mencari darah adalah pertama dengan mengendus karbon dioksida dari napas. Aroma itu mendorong nyamuk memindai warna dan pola visual tertentu yang memberi tanda bahwa itu adalah makanan.
Peneliti pun memasukkan nyamuk ke wadah uji kecil, lalu memaparkan terhadap berbagai hal, seperti titik berwarna atau tangan seseorang. Ketika tidak ada aroma karbon dioksida, para nyamuk cenderung mengabaikan titik warna, tak peduli seberapa terang.
Baru ketika peneliti menyemprotkan karbon dioksida ke dalam wadah uji, nyamuk-nyamuk langsung terbang ke titik, dari banyak ke sedikit, warna merah, oranye, hitam, atau biru muda. Titik dengan warna hijau, biru, atau ungu, diabaikan oleh para nyamuk.
Jadi, apakah nyamuk suka warna merah?
Penelitian tersebut tidak membahasnya. Tapi ada teori yang mengatakan bahwa nyamuk hanya menyadari bayangan warna merah ketika mereka melihat kulit seseorang yang ingin digigit, terlepas dari pigmentasinya.
“Karenanya, warna merah mungkin jadi salah satu tanda yang digunakan nyamuk untuk membantu mereka menemukan inangnya,” kata Nancy Troyano selaku ahli entomologi.
Mengenai kaitan warna merah dengan darah, Timothy Best selaku entomologi mengatakan bahwa kemungkinan bukan karena itu. Sebab, cara nyamuk mencari darah hanya dengan tiga hal.
“Karbon dioksida, mengidentifikasi secara visual, dan menggunakan reseptor penginderaan panas di antenanya untuk menindak tanda visual ke bagian tubuh yang terbuka dan tidak terlindungi,” ujar Best yang juga mengatakan bahwa penglihatan nyamuk buruk.
Lalu, bagaimana oranye, hitam, dan biru muda? Menurut Best, warna-warna itu tampak gelap di mata nyamuk, yang mana juga jadi kesukaan mereka. Sebaliknya, warna terang dibenci nyamuk. Sebab, banyak cahaya dianggap panas dan menyebabkan dehidrasi.
“Nyamuk sangat rentan mati karena dehidrasi. Karenanya, warna terang dianggap bahaya,” ujar Best.
Perlukan menghindari warna yang disukai nyamuk?
Menurut Troyano, ketertarikan nyamuk terhadap manusia merupakan kombinasi beberapa faktor, di antaranya bau keringat dan karbon dioksida, panas, dan tanda visual warna. Karena itu, menghindari pemilihan warna saja tidak begitu ampuh.
Namun, kalau ada pilihan mengenakan pakaian warna terang atau gelap di musim nyamuk atau saat bepergian ke tempat banyak hewan penghisap darah tersebut, maka sebaiknya memilih warna terang.
Cara mencegah gigitan nyamuk
Menghindari pakaian dengan warna merah, oranye, hitam, atau biru muda mungkin bisa membantu mencegah gigitan nyamuk. Namun, tentu ada lagi yang bisa menurunkan risiko gigitan. Berikut di antaranya menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Menggunakan losion anti nyamuk
Mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang
Pakaikan permethrin 0,5% pada pakaian
Singkirkan genangan air dan barang-barang bekas
Pasang penghalang nyamuk di jendela dan pintu
“Tiap tindakan perlindungan tersebut akan berkontribusi dalam mengurangi kemungkinan digigit,” kata Troyano. “Dan, jika bisa memakai sesuatu selain warna merah atau gelap, lebih baik lagi,” lanjutnya. (bob)
