Jajanan Taoge Goreng Legendaris di Bogor, Disebut Jadi Langganan Para Presiden

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
25 Oktober 2021 14:52
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Taoge Goreng Foto: Shutterstock/Rani Restu Irianti
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Taoge Goreng Foto: Shutterstock/Rani Restu Irianti
ADVERTISEMENT
Sayuran taoge tentu sudah tak asing buat rakyat Indonesia. Berbagai macam olahan sayur berwarna putih tersebut, baik sebagai hidangan utama maupun jajanan. Tempat makan satu ini pun menyandang status legendaris berkat olahan taogenya.
ADVERTISEMENT
Berlokasi di Bogor, tempat makan itu dikenal dengan nama Toge Goreng Ibu Hj. Omah. Konon, warung tersebut sudah berdiri sejak 1970 silam. Tempat yang menyajikan kuliner khas Kota Hujan itu pun belakangan menuai sorotan publik.
Adapun akun EnjoyAja di YouTube jadi sosok yang membagikan momen menyantap hidangan Taoge Goreng di warung Ibu Hj. Omah. Dalam video berdurasi 14 menit 17 detik itu, ia awalnya mengaku mendapat rekomendasi dari akun Ngoprek Kuliner.
Ia lantas berkunjung langsung ke warung yang berlokasi di jalan Jendral Sudirman No.23 A, Pabatom, Bogor Tengah, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Bertemulah dengan Acep, anggota keluarga yang kini mengurus warung makan tersebut.
Memakan taoge goreng Hj. Omah. (foto: EnjoyAja/YouTube)
zoom-in-whitePerbesar
Memakan taoge goreng Hj. Omah. (foto: EnjoyAja/YouTube)
Diakui oleh Acep, warung taoge goreng tersebut merupakan langganan para presiden republik Indonesia, bahkan sampai yang terbaru, Joko Widodo. Karenanya, kerap kali mereka diundang ke Istana Bogor guna menyajikan jajanan taoge goreng.
ADVERTISEMENT
"Paling sering, sih, dulu ibu Mega (Megawati Soekarnoputri). Sering, kalau ada acara keluarga juga manggil," ujar Acep.
Selain menjadi langganan presiden, salah satu yang menjadi ciri khas warung Hj. Omah adalah bungkusan makanan bukan menggunakan daun pisang, melainkan daun patat. Juga, proses memasak kuliner taoge itu masih menggunakan kayu bakar.
Makanan tersebut mengandung taoge dan mi kuning yang direbus, lalu dimasukkan ke daun patat, dan barulah ditambahkan tahu. Bumbu tauco yang khas juga menambah cita rasa taoge agar semakin nikmat.
Tak tanggung-tanggung, Acep mengaku sehari bisa menjual kurang lebih 25 kg taoge di hari biasa dan 30 kg saat liburan. Per porsinya, pelanggan cukup membayar Rp17 ribu untuk mendapat taoge goreng lengkap.
ADVERTISEMENT
“Toge goreng yang sering diundang ke Istana Bogor. Duh, Ciamik!” tulis pengunggah dalam keterangan videonya.
Seketika unggahan tersebut viral, ditonton ratusan ribu kali dan disukai oleh ribuan orang. Beragam komentar diberikan warganet, kebanyakan yang menyebut taoge di warung tersebut memang enak.
“Aslinya dulu GECO ( TAOGE TAUCO), zaman abah saya yang supply taogenya dan sekarang saya generasi ke-3 yang supply taogenya hahaha,” kata akun SUNDA.
“Ini taoge goreng langgananku. Ciamik. Kalau jalan sedikit ke Jl. Sawojajar, ada juga mi ayam AL yang melegenda di Bogor,” sebut akun Sofia Sudarma.
“Emang mantap. Aku pernah ke situ dua kali. Moga laris manis, sukses selalu!” ujar akun Ana Keelung Anacilung. (bob)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020