Konten dari Pengguna

Kenapa Induk Kucing Tega Memakan Anaknya Sendiri? Ternyata Ini 7 Alasannya

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kucing. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kucing. Foto: Shutterstock.

Pemandangan ketika seekor induk kucing memakan anaknya sendiri tentu mengejutkan ketika dilihat. Sebab, akan terpikir bagaimana bisa orang tua tega memakan anaknya sendiri.

Namun, sejatinya hal tersebut merupakan fenomena yang memang terkadang terjadi pada kucing. Mengutip Hepper, meski tidak sering terjadi, induk yang memakan anaknya sendiri memang memungkinkan.

Hanya, tentu hal tersebut bukan tanpa alasan. Berangkat dari sana, berikut tujuh penyebab induk kucing bisa tega memakan anaknya sendiri.

1. Tidak sehat

Ilustrasi Anak-anak Kucing. Sumber Foto: Pixabay.com

Anak kucing yang sakit-sakitan sehingga tak bisa hidup lama bisa jadi penyebab sang induk memakannya. Dalam kasus ini, induk kucing terpaksa memakan sang anak agar kelak tidak menderita.

Adapun cara kucing mengetahui kondisi sang anak adalah dengan indra penciuman yang memiliki lebih dari 200 juta sensor odor. Anak kucing yang tidak sehat dipercaya bisa membahayakan yang lain karena berpotensi menyebarkan bakteri.

2. Keguguran

Seperti yang sebelumnya disebutkan, anak kucing yang mati cepat menyebarkan bakteri kepada yang lainnya. Jadi, demi mencegahnya, induk kucing biasanya memakan bayi yang keguguran tersebut.

3. Merasa anak-anaknya dalam bahaya

Ketika baru melahirkan, induk kucing biasanya tidak mau ada makhluk lain yang mendekatinya dan anak-anaknya selama kurang lebih sepekan. Bila terjadi, biasanya sang induk akan memindahkan anak-anaknya ke tempat yang dirasa tidak akan diintervensi.

Hanya saja, bila terlalu sulit atau tidak memungkinkan berpindah tempat, induk kucing akan memakan satu atau lebih anaknya untuk mengurangi tingkat stres. Meski begitu, hal tersebut tidak berlaku bila lingkungannya terasa nyaman.

4. Proses melahirkan yang bikin stres

Beberapa dari kucing melahirkannya butuh waktu tiga hari atau lebih. Meski masih bisa makan dan minum, proses lahiran berkepanjangan menguras banyak energi sehingga bisa bikin si kucing stres.

Selain itu, kucing akan kehilangan banyak nutrisi. Stres ditambah merasa kekurangan nutrisi, induk kucing bisa memakan anak-anaknya.

5. Tidak berpengalaman

Anak kucing. Foto: logesdo/Pixabay

Alasan ini jarang terjadi, tapi kucing yang tak berpengalaman atau baru pertama kali jadi induk bisa saja memakan anaknya sendiri. Biasanya, kucing tersebut merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan selain memakannya. Atau bisa jadi terlalu kasar dalam merawat anaknya sehingga tidak sengaja terbunuh dan terpaksa memakan bangkainya.

6. Malnutrisi

Seperti yang disebutkan sebelumnya, proses melahirkan yang panjang salah satunya menyebabkan kucing malnutrisi. Karenanya, untuk mengembalikan nutrisi, induk memakan anaknya sendiri.

Biasanya, untuk mengembalikan nutrisi pascamelahirkan, kucing hanya memakan plasenta saja. Namun, bila mengalami malnutrisi parah hingga kurus, induk bisa memakan semua anaknya.

7. Tidak mengenali anaknya

Salah satu alasan untuk tidak memegang-megang anak kucing yang baru lahir adalah agar aromanya tidak berubah. Sebab, bila aromanya berubah, induk kucing yang mengidentifikasi anaknya dari bau bisa menganggapnya sebagai predator.

Imbas dari itu, si anak kucing bisa dimakan oleh induknya sendiri. Terkadang, hanya butuh satu sentuhan dari manusia untuk mengubah aroma dari anak kucing dan membuat sang induk salah paham kemudian memakannya. (bob)