Kenapa Kita Tak Merasa Geli Saat Menggelitik Diri Sendiri?

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
14 Juli 2022 9:22
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi tertawa karena digelitik. Foto: unsplash.com/nguyendhn
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tertawa karena digelitik. Foto: unsplash.com/nguyendhn
ADVERTISEMENT
Merasa geli hingga tertawa ketika digelitik oleh orang lain, namun tidak merasa apa-apa saat menggelitik diri sendiri. Hal ini tentu menjadi tanda tanya lantaran mengapa orang lain membuat kita merasa geli tak karuan hingga tertawa terbahak-bahak saat digelitik.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini tentu membuat kita bertanya-tanya. Apalagi, menggelitik merupakan hal yang sangat mengganggu ketika disentuh orang lain. Lalu, bagaimana penjelasan ilmiahnya hingga membuat tubuh seolah tidak merespons ketika kita menyentuh atau menggelitik tubuh sendiri.
Otak tidak Merespons
Otak ternyata merupakan salah satu organ tubuh manusia yang sangat cerdas. Bahkan, ia bisa mengetahui mana sentuhan yang bisa membuat tubuh terangsang dan sebaliknya. Sama halnya dengan rasa geli ketika digelitik oleh diri sendiri.
Ilustrasi otak manusia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi otak manusia. Foto: Shutterstock
Menurut berbagai sumber, kondisi ini dipengaruhi oleh dua bagian di otak bernama korteks somatosensori dan korteks cingulate anterior. Kedua bagian ini disebut tidak merespons jika kita menggelitik tubuh sendiri.
Artinya, korteks somatosensori yang biasanya bertugas memproses sentuhan, sementara korteks cingulate anterior berperan memproses informasi menyenangkan dinilai tidak bekerja aktif ketika kita menyentuh atau menggelitik diri sendiri.
ADVERTISEMENT
Hal itulah yang membuat tubuh tidak merasakan apa-apa ketika menggelitik diri sendiri. Sebab, kedua bagian di otak tersebut dianggap tidak memberi respons.
Faktor Otak Kecil
Selain dua bagian di otak bernama korteks somatosensori dan korteks cingulate anterior, otak kecil atau cerebellum ternyata turut andil ketika kita menggelitik diri sendiri hingga tidak merasa geli. Sebab, otak kecil bertugas sebagai pemantau gerakan yang dilakukan diri sendiri.
Ilustrasi menggelitik. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menggelitik. Foto: Shutter Stock
Selain itu, cerebellum juga berperan memprediksi sensasi yang dilakukan oleh anggota tubuh sendiri. Hal itulah yang membuat rangsangan rasa geli tidak bisa dirasakan karena otak kecil membatalkan rangsangan atau respons tersebut.
Akan tetapi, jika gerakan atau sentuhan dilakukan dari orang lain, maka otak kecil dinilai tidak bisa memprediksi hingga membatalkan rangsangan atau respons itu.
ADVERTISEMENT
Itulah sebabnya mengapa kita tidak merasa geli sama sekali ketika menggelitik diri sendiri. Sementara, jika dilakukan orang lain, maka kita langsung merasa geli hingga terkadang tertawa tak karuan.
Pengaruh Hipotalamus di Otak
Dalam bahasa medisnya, hipotalamus merupakan salah satu bagian otak yang berperan sebagai reaksi emosional, memberi respons melawan, hingga menghindari rasa sakit. Hal inilah yang juga terjadi ketika badan kita digelitik orang lain.
Ilustrasi tertawa karena geli. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tertawa karena geli. Foto: Shutter Stock
Pasalnya, gelitikan yang diterima badan disebut akan memicu reseptor saraf rasa sakit dan sentuhan hingga menimbulkan sensasi. Hal inilah yang sering kita sebut sebagai rasa 'geli'. Namun, kondisi itu dinilai bukanlah rangsangan rasa senang.
Ketika seseorang digelitik hingga tertawa, respons tersebut dianggap merupakan emosional otonom atau respons defensif untuk melindungi bagian-bagian tubuh seperti leher, ketiak, hingga dada.
ADVERTISEMENT
Itulah fakta menarik tentang rasa geli yang tidak bisa kita rasakan ketika menggelitik diri sendiri. (fre)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020