Kenapa Lansia Suka Bersikap Seperti Anak Kecil?

Membahas isu-isu yang lagi viral
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang tua yang sudah lansia kerap mengalami perubahan perilaku menjadi semakin mirip dengan anak-anak. Meski merupakan fenomena yang umum, beberapa penasaran dengan penyebab lansia berperilaku demikian.
Mengutip dari Stellar Care, ketika orang tua menua, umum terjadi yang dinamakan regresi usia di mana jadi berkelakuan lebih muda dari usia mereka. Bisa jadi hanya beberapa tahun lebih muda, tapi tak sedikit yang jauh hingga seperti anak usia dini.
Perilaku lansia penderita regresi usia bisa sangat kekanak-kanakan seperti menghisap jempol atau sering mengeluh. Beberapa bahkan mulai menolak berbicara dengan orang dewasa atau ingin ikut mengatasi sebuah masalah.
Kehilangan kendali atas segala aspek kehidupan bisa menjadi penyebab regresi usia. Kelakuan mirip anak kecil tersebut merupakan bentuk dari menghadapi rasa pilu yang dirasakan karena tubuh tak lagi mampu seperti saat muda.
Penyebab Lansia Bersikap Seperti Anak-anak
Sebetulnya ada banyak alasan kelakuan para lansia bisa jadi seperti anak-anak. Namun, dari berbagai alasan tersebut, akan permasalahannya adalah rasa bingung, hilang kendali, atau depresi.
Rasa bingung dari memburuknya kesehatan mental atau kehilangan ingatan. Hilang kendali mencakup hilang kesehatan, kognisi, dan sulit gerak. Banyak manula juga mulai pikun seiring bertambahnya usia, menyebabkan frustrasi dan rewel.
Selayaknya orang pada umumnya, manula pun bertindak karena mereka perlu merasa mereka bisa mengendalikan sesuatu, meski hanya perilaku dan reaksi mereka terhadap keadaan.
Jadi, aksi kekanak-kanakan itu sebenarnya untuk bukan untuk bikin orang lain jadi frustrasi, tapi sebagai bentuk kebencian terhadap diri.
Hubungan Lansia Kekanak-kanakan dengan Demensia
Banyak gejala demensia menyerupai anak kecil. Gejalanya termasuk perubahan suasana hati, ledakan emosi, irasionalitas, pelupa, hingga masalah linguistik. Meski begitu, penderita demensia tidak dianjurkan diperlakukan seperti anak-anak karena bisa memperburuknya.
Demensia butuh mikir ulang soal bagaimana otak berfungsi. Penderita demensia akan terus mengalami kemunduran kognitif. Semakin banyak memori yang hilang, alhasil terjadilah regresi.
Karena memori terhapus terus-terusan, orang yang kena demensia bahkan tidak ingat diskusi yang terjadi hanya beberapa detik lalu. Mereka seakan hidup di dunia paralel. Meski begitu, orang demensia tetaplah sudah dewasa dan wajib dihormati.
Cara Menghadapi Lansia Kekanak-kanakan
Bila lansia lama-lama jadi kekanak-kanakan, langkah pertama yang mesti dilakukan adalah menghindari anggapan bahwa mereka seperti itu untuk mengganggu atau membuat orang lain frustrasi.
Sebab, daripada orang-orang di sekitar, justru mereka sendirilah yang paling merasa terganggu dengan perilaku seperti itu. Karenanya, yang dibutuhkan oleh lansia kekanak-kanakan adalah rasa empati.
Langkah berikutnya adalah meluangkan waktu untuk memeriksakan perilaku mereka terhadap penyakit mental seperti demensia. Hubungi dokter jika terlihat beberapa gejala penurunan mental.
Lalu, periksa perubahan obat dan faktor lingkungan. Penuaan juga mempengaruhi pendengaran, penglihatan, dan gerakan yang merupakan alasan agar mereka periksa rutin guna mengurangi perilaku kekanak-kanakan.
Periksa juga kebosanan mereka. Sebab, beberapa lansia merasa terkunci di suatu lokasi dan kurang terlibat dengan dunia. Terakhir, pastikan agar mereka cukup aktif di siang hari guna meningkatkan mood dan kualitas tidur. (bob)
