Konten dari Pengguna

Kisah Bapak dan Anak Jadi Korban Tewas Pertama dan Terakhir di Proyek Bendungan

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hoover Dam memakan banyak korban jiwa selama pembangunannya. Foto: Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Hoover Dam memakan banyak korban jiwa selama pembangunannya. Foto: Istimewa.

Bendungan Hoover menjadi salah satu bendungan modern yang megah di dunia. Namun siapa sangka, proyek pembangunannya menjadi yang paling mematikan, karena menelan banyak korban jiwa dari pekerja.

Bendungan ini terletak di Black Canyon sungai Colorado, di perbatasan antara negara bagian Arizona dan Nevada, Amerika Serikat.

Ketika konstruksinya selesai tahun 1935, bendungan ini merupakan produsen listrik terbesar dan struktur bangunan yang juga terbesar di dunia.

Mekanismenya, bendungan ini memanfaatkan arus Sungai Colorado yang kuat. Saluran-saluran untuk mengantarkan listrik sepanjang 428 kilometer yang melewati pegunungan itu mampu menghidupkan lampu, radio, dan kompor listrik bagi penduduk sekitar.

Setahun kemudian, bendungan ini mulai membantu penyaluran energi listrik ke kota Los Angeles.

Dalam laporan History.com, sedari awal tujuan pembangunan bendungan ini memang untuk mengubah arus sungai menjadi energi listrik. Sebab pada 1905, petani-petani di sekitar Sungai Colorado mulai mengalirkan aliran-aliran airnya untuk menunjang pertanian setempat menggunakan alat seadanya.

Proyek ini dimulai pada 1920-1924. Biro Reklamasi AS pertama-pertama melakukan peledakan dua dinding ngarai untuk menciptakan terowongan.

Ketika dua terowongan jadi, batu yang digali itu digunakan untuk membentuk bendungan sementara dengan tujuan mengendalikan jalur sungai. Langkah kedua dilakukan pembersihan dinding yang akan berisi bendungan.

Dasar sungai yang kering memungkinkan para pekerja membangun lebih dulu pembangkit listrik.

Akhirnya konsep struktur bangunan itu bisa selesai pada 1935. Besarnya daya yang dihasilkan disebut sebagai pembangkit listik terbesar dunia.

Bendungan itu awalnya diberi nama Lake Mead sebelum diganti menjadi Hoover Dam. Dengan kapasitasnya, waduk ini juga mendapat predikat waduk terbesar dunia karena memiliki panjang 180 kilometer dan mampu menampung 35,2 km3 air.

embed from external kumparan

Banyak pekerja yang menjadi korban akibat tugas ini karena terjatuh maupun tertimpa batu. Berbagai sumber menyebut pekerja bernama J.G. Tierney menjadi korban tewas pertama pada 20 Desember 1922.

Sementara korban terakhir yang tewas adalah Patrick Tierney pada 20 Desember 1935. Patrik merupakan putra J.G. Tierney.

Catatan resmi menyebut sedikitnya 100 orang pekerja tewas selama proyek berjalan dari awal. Namun beberapa versi menyebut korban tewas lebih dari itu, sebab ribuan pekerja berjalan menyusuri gurun Nevada yang panas sebelum proyek dimulai.

Kisah proyek pembangunan bendungan Hoover ini menarik respons publik ketika diposting ulang akun @ceritamitos di Instagram. Banyak warganet menyebut mereka adalah tumbal proyek.

"Tumbal proyek," celetuk @chandrawimbara.

"kalo itu mah pasti tumbal proyek," timpal @ridho.m.e.

"Pembangunan stadiun piala dunia di Qatar lebih parah korbannya," tambah @gilang_p_sangsaka. (ace)