Konten dari Pengguna

Kisah Bocah Kepiting, Tumbuh Jadi Pembunuh hingga Hidupnya Berakhir Tragis

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Grady Stiles, bocah 'kepiting' yang hidupnya berakhir tragis. Foto; Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Grady Stiles, bocah 'kepiting' yang hidupnya berakhir tragis. Foto; Istimewa

Kisah kehidupan Grady Stiles benar-benar tragis. Berawal dari mencari uang di berbagai karnaval sejak usia 7 tahun, Grady si bocah kepiting kemudian menjadi pembunuh sebelum akhirnya tewas di tangan istri keduanya.

Grady lahir pada 1937. Sejak lahir dia mengalami kelainan bentuk tubuhnya yang disebut ectrodactyly, yakni kondisi genetik di mana jari tangan atau kaki seseorang menyatu.

Kelainan itu membuat kedua tangannya membentuk seperti cakar atau capit kepiting. Begitu juga jari-jari di kakinya. Alhasil kondisi tersebut membuat Grady kesulitan berjalan normal.

Kelainan ectrodactyly itu sudah ada di gen keluarga Grady sekitar 130 tahun sebelum bocah itu lahir. Ayahnya pun mengalami kondisi tersebut dan tampil dalam banyak karnaval yang ditonton orang-orang. Dia juga membawa Grady ke dalam aktingnya ketika dia baru berusia tujuh tahun untuk ikut mencari uang.

Lambat laun, Grady menjadi aktor unggulan dalam setiap karnaval dengan nama panggung Lobster Boy. Kehidupan Grady yang mulai berkecukupan kemudian terganggu oleh watak aslinya yang pemarah dan suka minum alkohol. Dia menjadi sangat kasar kepada keluarganya, terutama ketika mabuk.

Grady Stiles, bocah 'kepiting' yang hidupnya berakhir tragis. Foto; Istimewa

Pun ketika dia akhirnya menikah dan punya keluarga sendiri. Bahkan, Grady mengusir istri dan anak-anaknya.

Selanjutnya Grady menikah lagi. Dari pernikahan ini lahir seorang putri yang diberi nama Donna. Beranjak dewasa, Donna bertunangan dan berencana menikah dengan sang kekasih.

Grady diketahui tak menyukai pasangan Donna. Pada malam sebelum pernikahan, dia meminta tunangan Donna untuk datang ke rumah hanya untuk berbicara. Di situ, Grady mengambil senapan dan membunuhnya.

Dalam proses hukum, Grady pun dinyatakan terbukti bersalah atas pembunuhan tersebut. Namun, Grady bisa lolos dari penjara karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk dirawat di penjara.

Setelah lepas dari jerat hukum si Bocah Kepiting justru makin menjadi. Grady tak segan mengancam akan membunuh siapapun yang berselisih paham dengannya.

embed from external kumparan

Karena tidak tahan dengan kelakuan si Bocah Kepiting, istri kedua Grady Stiles menyewa seorang pembunuh bayaran untuk menghabisinya. Si Bocah Kepiting pun tewas akibat tembakan di kepala saat menonton TV di rumahnya.

Kisah Grady kemudian memantik perhatian publik setelah diposting kembali oleh akun @kabarduniaa_. Beberapa warganet mengutuk perbuatan Grady yang dianggap tak banyak bersyukur.

"Gak bersyukur. Punya istri lu nyakitin," ujar @tyngx_._.

"Party people: start crab raving," timpal @invicisteven.

"Dah cacat gak tau diri," tambah @crzgod69. (ace)