Kisah Gordon Ramsay, Jadi Chef Terkenal Usai Berhenti Jadi Pemain Bola

Membahas isu-isu yang lagi viral
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang enggak kenal dengan Gordon Ramsay? Pria yang lahir di Skotlandia ini merupakan seorang chef, yang semakin terkenal ketika ia menjadi juri di beberapa reality show favorit seperti MasterChef dan Hell’s Kitchen. Dalam versi Indonesia, ia menjadi juri yang berperingai seperti Chef Juna: galak dan menyebalkan.
Sebelum menjadi seorang chef yang terkenal, perjalanan Ramsay sampai di titik sekarang enggak mudah. Lahir di daerah Glasgow, Skotlandia, Ramsay keranjingan bermain bola sejak kecil. Bahkan ketika berumur 15 tahun, ia bergabung dengan sebuah klub bola profesional Glasgow Rangers di negaranya.
Namun, pada tahun 1985, ia mengalami cedera lutut yang cukup parah, membuatnya tak bisa lagi melanjutkan karier sebagai pemain sepak bola.
Mengatasi hal itu, Ramsay lantas mencari cara untuk bisa tetap melanjutkan hidupnya. Ia memutuskan kembali ke sekolah, mendapatkan gelar, dan akhirnya diterima bekerja dalam bagian manajemen sebuah hotel pada tahun 1987.
Memasuki dunia hotel, Ramsay bekerja sangat dekat dengan dunia masak-memasak. Ia menyelesaikan magangnya bersama Marco Pierre White di Harvey's London, lalu bekerja untuk Albert Roux di Le Gavroche, juga bekerja di bawah koki utama Joel Robuchon dan Guy Savoy di Prancis.
Dilatarbelakangi oleh pengalamannya di dunia masak-memasak itu, akhirnya Ramsay berhasil membuat restoran miliknya sendiri yang ia namai Gordon Ramsay Restaurant berkat kerja kerasnya.
Restoran itu dibuka pertama kali di London, Inggris, pada tahun 1998. Pasalnya, Ramsay dipuji oleh banyak pecinta kuliner kelas atas hingga berhasil menerima peringkat bintang tiga dari Michelin.
Tak menyangka restoran itu membuat nasibnya moncer, ambisi Ramsay makin terlihat ketika ia membuka beberapa restoran baru, yakni Petrus, Gordon Ramsay Restaurant kedua di London, juga Verre di Dubai. Di titik ini, pria yang kini berusia 54 tahun itu bukan lagi seorang pemilik restoran biasa.
Pada Mei 2005, reality show America Hell’s Kitchen yang ketika itu memulai debutnya di FOX, membuat nama Ramsay makin melambung. Di sana, ia berperan sebagai juri yang menilai masakan para peserta.
Tak cukup hanya di situ, pada tahun 2010, Ramsay hadir di reality show MasterChef dan tiga tahun setelahnya di MasterChef Junior. Di kedua acara tersebut, ia didapuk sebagai pemimpin juri.
Bulan Mei lalu, Gordon Ramsay juga dikabarkan berkunjung ke Padang, Sumatera Barat untuk mengisi acara berjudul Gordon Ramsay Uncharted di stasiun televisi National Geographic.
Dibalik perjalanannya, pasti ada rasa sedih dan terpuruk ketika kita tahu bahwa kita enggak bisa melanjuti apa yang kita suka, tapi Tuhan selalu punya rencana baik. Musibah cedera lutut malah membawanya menjadi seorang chef sukses. (bel)
