Kisah Neas Wanimbo, Bawa Toga dari Jakarta-Papua demi Foto Bareng Keluarga

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
25 Juni 2020 11:40
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Neas Wanimbo foto wisuda bersama keluarganya di Wamena, Papua. (Foto: Neas Wanimbo/LinkedIn)
zoom-in-whitePerbesar
Neas Wanimbo foto wisuda bersama keluarganya di Wamena, Papua. (Foto: Neas Wanimbo/LinkedIn)
ADVERTISEMENT
Wisuda barangkalai merupakan salah satu momen paling spesial dalam hidup. Tentu akan spesial bila dihadiri oleh keluarga dan orang-orang terdekat. Namun, Neas Wanimbo mesti menghadirinya sendirian lantaran tak punya biaya untuk membawa keluarganya dari Wamena ke Jakarta.
ADVERTISEMENT
Kisah tersebut dibagikan Neas di LinkedIn. Kisah tersebut viral setelah diunggah akun Twitter @BulbaSalim. Adapun dalam tulisannya, pria asal Papua tersebut diketahui merupakan mahasiswa lulusan terbaik di bidang ekstrakulikuler.
Neas mengaku ingin wisuda dihadiri orang tua seperti pada umumnya. Ia ingin mereka bisa menyaksikan langsung pencapaian selama menimba ilmu. Sayangnya terhalang karena tak adanya biaya untuk ongkos perjalanan dari kampung halamannya di Wamena ke Jakarta.
"Di hari kelulusan saya, ibu tidak dapat menghadiri wisuda di Jakarta. Padahal, saya merupakan salah lulusan terbaik di bidang ektrakurikuler. Saya ingin sekali pencapaian ini bisa disaksikan langsung oleh orang tua, tapi tidak mampu beli tiket penerbangan dari Wamena-Jakarta," tulis Neas Wanimbo.
Neas Wanimbo foto wisuda bersama ibunya di Wamena, Papua. (Foto: Neas Wanimbo/LinkedIn)
zoom-in-whitePerbesar
Neas Wanimbo foto wisuda bersama ibunya di Wamena, Papua. (Foto: Neas Wanimbo/LinkedIn)
Meski begitu, ia tak patah arang. Ia tetap ingin orang tuanya ikut merasakan kebahagiaan itu. Pria lulusan Universitas Tanri Abeng tersebut kemudian membawa ijazah, toga, dan semua pakaian wisudanya ke kampung halaman.
ADVERTISEMENT
"Ibuku menangis, setelah melihat bagaimana aku membawa semua hal itu. Ibuku juga merasa sangat bangga karena dia sudah mendengar bahwa aku adalah salah satu lulusan terbaik di Tanri Abeng University pada tahun 2019 dan juga dia sering dengar tentang prestasiku sejauh ini," ungkap Neas.
Adapun pria yang menimba ilmu di jurusan Teknik Informatika tersebut mengaku kerap mendapat dukungan dari ibunya. Doa pun selalu menyertai perjalanannya dalam menyelesaikan pendidikan sarjana.
“Di foto pertama, mamaku pakai pakain terbaik yang pernah dia miliki. Kata mamaku, pakain itu sengaja dia simpan agar suatu saat ketika aku pulang ke kampung, dia pakai untuk menyambut saya,” tambah Neas.
Neas pun berharap kisahnya tersebut bisa memotivasi anak-anak dari pedalaman untuk semangat belajar. Saat nantinya sudah lulus dan kembali ke Papua, bagi Neas, mereka bisa membangun daerah.
ADVERTISEMENT
Hingga kini, kisah tersebut sudah dicuitkan lebih dari 12,6 ribu kali, disukai sampai setidaknya oleh 31,1 orang. Beragam respons warganet pun mewarnai unggahan tersebut. Banyak dari mereka mengaku terharu dengan cerita tersebut. Ada juga yang salut dengan perjuangan Neas dan keluarganya.
“Buka LinkedIn siang ini bikin mberebes mata. Terlebih dibagian ibu. Selamat mas!” ungkap @BulbaSalim.
“Gua selalu ikut ngerasa bangga kalo ada orang sana yang bisa berhasil lulus kuliah. Apalagi dengan prestasi yang keren. Selama kuliah di Malang, gua denger banyak cerita dari orang-orang tentang gak mudah bisa berhasil kuliah di Pulau Jawa dari timur sana. Selamat kak!” tulis @belerinho.
“Jadi inget dulu juga pas wisuda ortu gak dateng. Yang lain foto bareng ortu, gue cuma liatin, temen-temen dateng bawain bunga abis itu pulang hehe. Kata ortu yang penting kamu sudah lulus nak, kami sudah senang,” ujar akun @vallyanelsmy. (bob)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·