Kisah Pria yang Akhirnya Bisa Pulang Setelah Dirawat 549 Hari karena Covid-19

Berita Viral
Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
15 Maret 2022 12:49 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tim medis merawat pasien COVID-19 di rumah sakit. Foto: Diego Ramos/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Tim medis merawat pasien COVID-19 di rumah sakit. Foto: Diego Ramos/AFP
ADVERTISEMENT
Donnell Hunter akhirnya pulang ke rumahnya di Roswell, New Mexico, setelah dirawat selama 549 hari di sembilan rumah sakit berbeda karena Covid-19. Perawatan itu menghabiskan duit Donnel yang jika dirupiahkan mencapai belasan miliaran.
ADVERTISEMENT
Dalam satu setengah tahun terakhir, pria asal Amerika Serikat (AS) itu telah melewatkan hari pertama putrinya di taman kanak-kanak, musim sepak bola remaja bagi putranya hingga kelahiran cucunya.
Dikutip dari CNN, Donnell bekerja sebagai operator pabrik di sebuah perusahaan gas. Dirinya mulai kesulitan bernapas saat bekerja pada September 2020, saat itu Donnell berada di kuburan.
Karena keadaannya sangat buruk, dia kemudian meminta bosnya untuk mengantarnya ke rumah sakit di Carlsbad, New Mexico. Di sana Donnell pertama kali mengetahui dirinya positif Covid-19.
Dia lantas pulang. Tetapi dalam 24 jam, dia kembali ke rumah sakit dengan kondisi terengah-engah. Staf rumah sakit awalnya memberi tahu istrinya, Ashley Hunter jika mereka dapat menangani perawatan suaminya.
ADVERTISEMENT
Namun, beberapa jam kemudian, Ashley dapat telepon bahwa suaminya akan diterbangkan ke rumah sakit yang lebih besar di Albuquerque. Jaraknya lebih dari tiga jam berkendara.
Pihak rumah sakit memberi tahu Ashley, mereka telah mengintubasi Donnell dan memasangnya di ventilator. Melihat suaminya dalam keadaan seperti itu melalui panggilan video, membuat Ashley sedih.
Ashley mengenang bagaimana bulan pertama rawat inap Donnell membebaninya. Dia hanya akan menangis di kamar mandi karena tidak ingin anak-anaknya melihat dia menangis.
Ashley kemudian duduk bersama anak-anak mereka yang berusia 4, 8, 11, 13 dan 14 tahun dan mengatakan tidak apa-apa untuk bersedih. Donnell sendiri juga memiliki dua anak yang berusia 21 dan 27 tahun.
Ashley membuat sesi doa panggilan video agar orang-orang bergabung selama Donnell di rumah sakit. Ketika dia tidak bisa berada di kamar Donnell, dia meminta perawat untuk menghampiri agar Donnell bisa mendengarnya via ponsel.
ADVERTISEMENT
Sementara Donnell berjuang melawan Covid-19 dan efeknya, Ashley berjuang karena kehilangan dukungan dari suaminya. Dia melewati fase di mana dia mematikan emosinya untuk melewati semua itu karena dia merasa takut.
Lebih lanjut, Donnell telah menggunakan ventilator sejak musim gugur 2020. Dia menghabiskan waktu di sembilan rumah sakit berbeda dan fasilitas perawatan akut jangka panjang di dua negara bagian, Arizona dan New Mexico.
Ketika Donnell dipindahkan ke Arizona pada Januari 2021, Ashley mengemudi selama 8 jam menghabiskan waktu satu minggu bersamanya. Kemudian, ibu Donnell akan datang untuk 1 minggu kemudian.
Menurut keterangan keluarga, tagihan rumah sakit Donnell sendiri mencapai lebih dari USD1 juta atau Rp14,3 miliar. Donnell adalah satu dari 4,5 juta orang Amerika yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 sejak Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mulai melacak pasien rawat inap pada Agustus 2020 lalu.
ADVERTISEMENT
Kisahnya tidak biasa. Menurut CDC, rata-rata orang lama tinggal di rumah sakit untuk orang dewasa adalah 5,5 hari selama Omicron, dibandingkan dengan 8 hari musim dingin lalu dan 7,6 hari selama Delta.
Setelah beberapa hari di rumah bersama, keluarga menyesuaikan diri dengan gaya hidup baru. Ashley pun berperan sebagai pengasuh dengan semua hal lain yang dia lakukan.
Sebelum pandemi, Ashley bekerja di sebuah bisnis lokal, tetapi toko itu tutup pada Mei 2020 karena Covid-19. Donnell jatuh sakit beberapa bulan kemudian.
Sekarang, dengan biaya pengobatan Donnell yang menumpuk, seorang keluarga teman membuat kampanye GoFundMe untuk membantu keluarganya. Ashley juga mempelajari apa yang menjadi perawatan Donnell, mengatur semuanya, menyiapkan barang-barang darurat, dan banyak hal lainnya.
ADVERTISEMENT
Kini Donnell memiliki ventilator di rumah, yang dia gunakan saat dia tidur. Dia menggunakan konsentrator oksigen untuk mendapatkan oksigen tambahan di siang hari.
Dia kehilangan beberapa fungsi di tangan dominannya, tangan kanan. Tapi Donnell berharap dia bisa kembali normal kembali suatu hari nanti. Kini, dia belum bisa jalan sepenuhnya dan membutuhkan alat bantu jalan.
Donnell bercita-cita untuk menjadi cukup sehat untuk kembali bekerja , tetapi dia tahu itu akan memakan waktu lama. Donnell tahu dia pria yang beruntung karena dukungan keluarganya. Dia bilang dia melihat banyak pasien yang sendirian. Tapi untungnya, dia tidak pernah merasa seperti itu.
Donnell pun memberikan sedikit saran bagi para pasien covid-19 yang tengah menjalani perawatan. Ia berpesan agar fokus pada iman, bukan ketakutan. (ace)
ADVERTISEMENT