Langka, Penemuan Kepiting Biru Setengah Jantan-Betina Pertama dalam 15 Tahun

Membahas isu-isu yang lagi viral
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebuah penemuan kepiting biru langka baru-baru ini menarik perhatian publik. Bukan tanpa sebab, kepiting berjenis kelamin jantan sekaligus betina tersebut merupakan temuan pertama sejak 15 tahun silam.
Mengutip Chesapeake Bay Magazine, penemuan tersebut terjadi di Teluk Chesapeake, Maryland, Amerika Serikat, oleh pria bernama Jerry Smith. Disebutkan, kepiting biru tersebut ditangkapnya lalu disumbangkan ke Museum Penemuan Delmarva.
Kepiting biru langka temuan Jerry tersebut memiliki kondisi yang sangat unik, yang biasa disebut gynandromorphy bilateral atau hermafrodit. Kondisi tersebut menyebabkan kepiting berjenis kelamin setengah jantan dan setengah betina.
Sangat sulit menemukan kepiting biru dengan kondisi langka tersebut, kini sudah 15 tahun sejak penemuan terakhir. Meski begitu, mengidentifikasikannya cukup mudah, yakni dengan memeriksa capitnya.
Bila ujung capitnya berwarna merah, dengan bagian bawahnya tampak lebar, menandakan kepiting biru tersebut adalah betina. Sementara bila ujung capitnya biru dan bagian bawah tubuh berbentuk ‘T’ tandanya kepiting tersebut adalah jantan
Kedua ciri-ciri tersebut terlihat pada temuan Jerry, membuat beberapa pecinta kepiting awalnya merasa keheranan. Setelah diperiksa, barulah diketahui kepiting tersebut merupakan hermafrodit yang mana begitu jarang ditemukan.
Terakhir penemuan serupa terjadi pada 2005 silam di sebuah teluk oleh David Johnson dan Robert Watson di Deltaville. Ketika itu, baik ilmuwan maupun si penemu keping mengaku baru pertama kali melihat yang seperti itu.
Kepiting biru dengan satu capit merah dan satunya lagi biru yang menandakan hermafrodit juga sempat ditemukan di Pulau Smith pada 1979. Kala itu adalah penemuan pertama, yakni oleh Jerry Smith.
Dengan ditemukannya kepiting berkondisi unik tersebut, ilmuwan VIMS berharap bisa mempelajari dan suatu saat bisa membantu para peneliti yang mencoba megembangbiakkannya di penangkaran.
Kini kepiting langka yang viral tersebut dipajang di akuarium besar, tepatnya di Museum Penemuan Delmarva. (bob)
