Konten dari Pengguna

Makan Sapi Utuh, Ular Piton Sepanjang 4,5 Meter Mati karena Perutnya Sobek

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ular piton. Foto: sipa via Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ular piton. Foto: sipa via Pixabay.

Peristiwa mengerikan ketika ular piton melahap bulat seekor sapi baru-baru ini menuai sorotan publik. Sebab, ular besar sepanjang 4,5 meter itu sampai mati dengan keadaan perutnya sobek.

Mengutip Newsweek, peristiwa tersebut terjadi di Provinsi Phitsanulok, pada 21 Agustus 2021 lalu. Seekor piton burma dilaporkan merayap di padang rumput, kemudian menyerang sapi yang ketika itu berusia dua tahun.

Rekamannya pun beredar di media sosial, memperlihatkan ular tersebut melata di semak-semak, tapi sudah dalam keadaan perut membuncit bahkan robek akibat menyantap sapi.

Ular piton mati usai memangsa sapi, perutnya robek. (Foto: What You Need to Know)

Adapun piton tersebut ternyata merupakan hewan peliharaan, sudah dicari-cari oleh pemiliknya lantaran hilang selama tiga hari. Karena itu pula pejabat desa, Nirun Leewattanakul, menduga piton itu sangat lapar sehingga menyerang sapi berukuran besar.

"Namun, setelah sapi mati dan ditelan, perut ular itu membengkak dan mulai merenggang lebih besar. Sangat menakutkan," kata Nirun.

Piton tersebut lantas mati karena tak sanggup mencerna mangsanya yang terlalu besar. Disebutkan, penyebab kematian adalah meledaknya bagian perut piton berusia delapan tahun tersebut.

video youtube embed

Viral, polisi pun bergerak memeriksa tempat kejadian. Reptil yang sudah dalam keadaan tak bernyawa tersebut kemudian dibakar, lalu setelahnya dikuburkan agar tak dimangsa oleh hewan lain.

Diketahui, piton burma memang merupakan predator dengan kemampuan hebat untuk mengkonsumsi mangsa. Bahkan, ular tersebut diyakini bisa menyantap makanan yang besarnya dua kali darinya.

Adapun salah satu spesies ular terbesar di dunia tersebut juga memiliki rahangnya yang besar. Karenanya, hewan yang umumnya ditemukan di Asia Tenggara tersebut mampu mencengkeram mangsa berukuran besar. (bob)