Konten dari Pengguna

Mengapa Mata Kiri-Kanan Kita Bisa Beda Minus Padahal Sama-Sama Digunakan

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penderita mata minus memakai kacamata. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penderita mata minus memakai kacamata. Foto: Pixabay

Mungkin banyak orang menganggap mata rabun memiliki minus yang sama dengan kedua mata yakni kiri dan kanan. Namun, tahukah kamu hal tersebut ternyata keliru. Bahkan, penderita rabun jauh maupun dekat terkadang mengalami minus yang berbeda antara mata kiri dan kanan.

Lalu, mengapa hal itu bisa terjadi? Sebagai kaum awam, kamu pasti bertanya-tanya bahwa mata manusia sama-sama digunakan untuk melihat. Berbeda dengan tangan yang kebanyakan orang lebih dominan menggunakan kanan ketimbang kiri.

Nah, mengenai hal itu begini penjelasan ilmiahnya dari berbagai sumber.

Faktor Keturunan

Perlu diketahui bahwa mata rabun cenderung disebabkan karena adanya gangguan pembiasan cahaya hingga membuat titik fokus penglihatan manusia terganggu. Dengan arti, penglihatan yang seharusnya jatuh di retina malah menjadi di depan retina.

Ilustrasi mata rabun. Foto: Pexels.com

Nah, hal inilah yang membuat beberapa orang mengalami mata minus. Disebutkan, terkhusus penyebab mata rabun yang mengalami minus berbeda antara kiri-kanan biasanya disebabkan karena faktor keturunan.

Para penderita terkadang mengalami hal tersebut hingga membuat mata mereka seakan juling. Kendati demikian, para dokter menganggap hal itu tidak terlalu berbahaya pada kesehatan mata jika perbedaannya tidak lebih dari minus 3.

Namun, jika melebihi minus tersebut, maka si penderita disebut harus memeriksa ke dokter mata. Biasanya, setiap orang akan berkonsultasi terlebih dulu sebelum melakukan operasi lasik atau menggunakan laser.

Disebabkan oleh Anisometropia

Selain faktor keturunan, para dokter juga menyebut perbedaan mata minus kiri-kanan juga disebabkan oleh anisometropia. Disebutkan, kedua mata penderita biasanya mengalami perbedaan kekuatan refraksi dalam melihat sebuah objek.

Ilustrasi mata rabun. Foto: Unsplash

Disebutkan juga, mata penderita akan menjadi lebih cepat lelah dan berusaha untuk menfokuskan ketika melihat sebuah objek. Hal inilah yang membuat daya lihat si penderita berbeda dengan mata kiri dan kanan.

Perlu diketahui, para penderita yang mengalami mata minus berbeda biasanya akan terobati jika memakai kacamata hasil konsultasi dari dokter mata. Meski para dokter menganggap perbedaan mata minus kiri dan kanan bukanlah hal yang berbahaya.

Akan tetapi, si penderita yang mengalami rabun yang satu ini juga disebut harus segera memeriksa ke dokter. Sebab, jika dibiarkan, mata si penderita disebut akan juling dan hal itu sangat tidak mengenakkan bagi setiap orang yang mengalami.

Nah, itulah faktor penyebab mengapa beberapa orang mengalami mata rabun dengan minus berbeda antara mata kiri dan kanan. Ingat, jangan dibiarkan, ya, gaes dan langsung periksa ke dokter mata. (fre)