Mengapa Orang Bisa Menangis Bahkan di Saat Momen Bahagia?

Membahas isu-isu yang lagi viral
Konten dari Pengguna
11 Agustus 2022 12:48
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi air mata. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi air mata. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Kamu pasti pernah menitikkan air mata hingga menangis ketika merasakan momen bahagia. Entah mengapa, air mata tersebut bisa tiba-tiba keluar begitu saja hingga membuat kita tidak bisa mengontrolnya persis ketika merasa sedih.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini tentu terbilang aneh lantaran air mata ternyata bisa juga keluar saat kita merasa bahagia. Lalu, apa ya kira-kira penyebab hal tersebut? Berikut, nih, alasan ilmiahnya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Faktor Neurotransmitter
Seseorang yang merasakan momen bahagia atau sedih ternyata merupakan faktor neutrotransmitter. Ini merupakan zat kimia di dalam tubuh yang bertugas membawa pesan hingga mengirimkan sinyal dari sel saraf ke sel tujuan.
Ilustrasi menangis. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menangis. Foto: Shutterstock
Hal inilah yang menyebabkan air mata bisa keluar karena zat neurotransmitter membawa pesan ke berbagai organ tubuh termasuk ke otot, kelenjar, hingga saraf. Tak ayal, perasaan yang dirasakan akan direspons cepat oleh zat tersebut hingga memunculkan air mata.
Bahkan, zat neurotransmitter juga merespons atau membawa pesan ke tubuh ketika merasa marah. Dengan begitu, air mata manusia juga bisa keluar karena faktor zat tersebut.
ADVERTISEMENT
Faktor Otak
Segala hal yang terjadi di tubuh manusia disebut selalu berkaitan dengan otak. Hal inilah yang menyebabkan air mata bisa mata keluar dari dalam tubuh ketika kita merasa senang, bahagia, hingga marah.
Ilustrasi otak manusia. Foto: pixabay/TheDigitalArtist
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi otak manusia. Foto: pixabay/TheDigitalArtist
Sebab, salah satu bagian di otak yakni hipotalamus bertugas di bagian tersebut.
Kelenjar ini dinilai menjadi penghubung ke bagian lain dari otak atau disebut pituitari. Selain itu, hipotalamus juga bertugas mengirim hormon ke berbagai organ tubuh termasuk mata. Dengan begitu, air mata yang keluar dari mata juga karena faktor kerja otak.
Meski begitu, otak diangggap tidak selalu bisa membedakan respons atau sinyal sedih, bahagia, hingga marah. Namun, ia selalu bertugas atau merespons cepat hal yang terjadi termasuk melepaskan hormon ke organ-organ tubuh lainnya.
ADVERTISEMENT
Menangis sebagai Luapan Emosional
Menitikkan air mata hingga menangis saat momen bahagia, sedih, hingga marah selalu berkaitan dengan luapan emosional. Pasalnya, hal ini dianggap sebagai bentuk biologi yang terjadi pada diri karena biasanya terbawa suasana.
Ilustrasi marah atau emosi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi marah atau emosi. Foto: Pixabay
Selain itu, faktor melepaskan emosi juga merupakan hal yang wajar meski terjadi saat momen bahagia. Apalagi, air mata yang keluar dianggap juga merupakan sebuah faktor pendorong atau pembatas pada diri ketika merasa emosional.
Jadi, luapan emosional yang terjadi hingga kita mengeluarkan air mata dalam kondisi tertentu merupakan hal wajar yang terjadi di tubuh manusia. Apalagi, kondisi ini juga berkaitan dengan bagian-bagian fungsi otak, salah satunya kelenjar hipotalamus.
Begitulah penjelasan atau fakta mengenai seseorang yang menitikkan air mata hingga menangis saat merasa bahagia. (fre)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020