Konten dari Pengguna

Mengeluh Ternyata Bagus untuk Kesehatan, Kok Bisa?

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tidak bersemangat. (Foto: Anggi Bawono/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tidak bersemangat. (Foto: Anggi Bawono/kumparan)

Mengeluh itu manusiawi dan dilakukan nyaris oleh semua orang. Meski sering dianggap buruk, baru-baru ini ahli psikologi menyebut bahwa ternyata mengeluh itu bagus untuk kesehatan.

Memang benar, kalau dilakukan terus-terusan, bisa bikin orang yang dengar jadi sebal. Bahkan, keseringan mengeluh jadi salah satu penyebab seseorang jadi dijauhi oleh teman-temannya.

Namun, mengutip The Telegraph, Robin Kowalski selaku profesor psikologi di Clemson University mengatakan bahwa mengeluh bisa bagus untuk kesehatan bila dilakukan secara benar dan efektif.

Menurut Kowalski, ketika mengeluh, seseorang akan mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi negatif. Jadinya, kalau mengeluh dengan benar dan efektif, justru bisa jadi paham dengan apa yang dilalui dan bagaimana solusinya.

“Alasan paling jelas kita mengeluh? Karena hidup tidak sempurna. Itu sebabnya, mengekspresikan perasaan negatif tidak hanya normal, tetapi juga sehat,” kata Kowalski.

Menurutnya, harapan tidak realistis soal orang harus selalu bahagia malah buruk buat kesehatan. Enggan mengeluh menghasilkan efek negatif, yakni membuat orang tidak menyadari masalah, kemudian gagal melakukan pencegahan.

Alasan Mengeluh Itu Bagus

Ilustrasi mengeluh. Foto: Shutterstock

Menurut Kowalski “mengeluh ekspresif” bisa membuang stres dan "mengeluh instrumental" dengan tujuan menindaklanjuti. Didukung Angela Grice, ahli patologi bahasa wicara, mengeluh juga membantu mendapatkan perspektif dan mengungkapkan perasaan.

Ketika dilakukan secara efektif, mengeluh dapat membantu menyadari tentang apa situasi yang mengganggu. Sebuah penelitian mendukung pernyataan itu karena berusaha terlihat baik-baik saja justru dikaitkan dengan efek fisiologis negatif.

“Mengakui perasaan itu sehat, baik secara fisiologis maupun baik untuk kesehatan emosional,” kata Tina Gilbertson, seorang psikoterapis.

Selain itu, menurut Gilbertson, mengeluh juga bisa jadi kendaraan untuk menjalin ikatan hubungan dengan orang lain. Ketika curhat ke teman, ikatan persahabatan akan semakin kuat. Umpan balik orang pun dapat memberi perspektif.

Namun, tentu semuanya akan positif selama menjadi refleksi bersama, tak pasif menunggu dan berdiam, serta benar-benar mencoba memahami masalah. Juga, kalau keseringan curhat-curhat doang, malah akan berkutat di masalah sama dan memicu stres.

“Mencoba memahami masalah dengan lebih baik adalah penting karena membantu melakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi”, kata Margot Bastin, ahli komunikasi KU Leuven.

Cara Mengeluh yang Baik dan Efektif

Ilustrasi bertengkar pada rumah tangga. Foto: Shutterstock

Bagi Kowalski, mengeluh sebenarnya hanya bagian dari tatanan sosial kehidupan. Mengeluh adalah bagian dari cara berkomunikasi. Karena itu, seperti dalam setiap jenis komunikasi, ada tempat dan waktu yang tepat.

Cara agar mengeluh dengan baik dan efektif adalah dimulai dari memerhatikan seberapa sering mengeluh, dan ke siapa melakukannya. Pasalnya, kata Kowalski, perilaku tidak akan berubah sampai seseorang menyadarinya.

Kemudian tahu diri. Penting untuk tahu diri ketika mengeluh. Dengan tahu apa yang dikeluhkan, kepada siapa mengeluh, dan bagaimana mengeluhnya, akan membuat keluhan menjadi baik dan efektif, menurut Gilbertson.

“Hanya ingin keluarkan unek-unek, atau butuh masukan, kasih tau ke pendengar agar curhatan lebih nyaman. Orang yang dengar juga bisa siap memberi dukungan atau apa yang dibutuhkan,” ujar Gilbertson.

Kemudian, membuat kebiasaan untuk memikirkan terlebih dahulu tujuan dari mengeluh, alih-alih keluar secara impulsif. Hal tersebut akan membuat sesi mengeluh jadi pendek dan berkualitas, tidak bikin orang jengkel, menurut Bastin.

Menurut Grice, membuat jurnal juga jadi cara bagus untuk menuangkan keluhan-keluhan kecil. Penjurnalan juga bisa melepas stres, membantu curhat lebih efektif, menawarkan perspektif tambahan, hingga membantu menemukan solusi. (bob)