Konten dari Pengguna

Olahraga Pengaruhi Kesuburan Rambut, Begini Kata Ahli

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi senam aerobik. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi senam aerobik. Sumber: unsplash.com

Kondisi rambut seseorang bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Terbaru, menurut ahli, ternyata rajin berolahraga punya dampak positif terhadap kesehatan serta kesuburan rambut kepala.

Mengutip dari Live Science, meski tidak memberi perlindungan pada risiko kebotakan akibat usia, rajin olahraga bisa meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen dalam sel darah, yang mana bermanfaat bagi folikel rambut—tempat tumbuh rambut berupa lubang kecil di kepala.

Efeknya, memungkinkan pertumbuhan rambut menjadi lebih panjang. Selain itu, olahraga juga mengurangi tingkat stres yang notabene jadi salah satu faktor utama terjadinya penipisan rambut.

Fuat Yuksel, ahli bedah transplantasi rambut kini berjuang dengan pasien yang melawan kerontokan, menjelaskan mengenai bagaimana pertumbuhan rambut, dan soal olahraga bisa membuat perbedaan atau tidak.

Efek olahraga pada rambut

Ilustrasi rambut terlihat subur. Foto: Shutterstock

Hingga kini, baru sedikit penelitian ilmiah mengenai efek olahraga pada pertumbuhan rambut. Namun, dengan memahami proses dan faktor-faktor yang dapat mendorong pertumbuhan rambut, olahraga yang konsisten berpotensi mendukung kesehatannya.

Sebelumnya diketahui, rambut tumbuh lewat siklus bolak-balik yang melibatkan tahap pertumbuhan cepat dan pemanjangan batang rambut, serta periode regresi yang didorong sinyal apoptosis—kematian sel terprogram selama proses perkembangan jaringan tubuh.

Siklus pertumbuhan rambut dibagi jadi tiga fase yaitu sebagai berikut.

  1. Anagen, adalah fase pertumbuhan aktif di mana batang rambut tumbuh dari folikel. Fase ini dapat berlangsung selama beberapa tahun.

  2. Catagen, adalah fase transisi di mana rambut berhenti tumbuh dan mengalami kemunduran, kehilangan sekitar seperenam diameter tiap batangnya. Kemudian, muncul rambut klub—rambut pendek nan gemuk, yang mana sering rontok, memberikan tampilan penipisan rambut. Faktor yang meningkatkan pembentukan rambut klub di antaranya hipotiroidisme, hipertiroidisme, stres dan kurang vitamin.

  3. Telogen, adalah fase istirahat di mana pertumbuhan tak lagi terjadi.

Yuksel mengatakan bahwa olahraga selalu positif terhadap rambut karena memang memberi efek bagus pada kesehatan secara keseluruhan. Misal, folikel rambut sehat akibat peningkatan oksigen dan sirkulasi darah.

“Folikel rambut sehat memungkinkan fase pertumbuhan jadi lebih lama. Karena itu, rambut punya lebih banyak waktu untuk tumbuh,” ujar Yuksel. “Selain itu, rajin olahraga mengurangi stres yang mana mencegah fase catagen, penyebab penipisan rambut,” lanjutnya.

Intensitas dan Jenis Olahraga untuk Kesuburan Rambut

Senam Aerobik. (Foto: Unsplash/BruceMars)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan 150 menit latihan aerobik intensitas sedang atau 75 menit latihan aerobik intensitas kuat per minggu, yang mana menurut Yuksel sudah cukup untuk mendukung siklus pertumbuhan rambut sehat.

Menariknya, tidak semua jenis olahraga sama bagusnya untuk kesehatan rambut. Menurut Yuksel, latihan kekuatan tidak sebaik aerobik atau kardio. Perbedaan tersebut disebabkan oleh efek pelatihan hipertrofi—kondisi sel-sel otot mengalami pertumbuhan pada testosteron.

"Pertumbuhan otot secara langsung terkait dengan testosteron. Memiliki kadar testosteron tinggi, termasuk DHT (Dihydrotestosterone), menyusutkan folikel rambut dan memperpendek siklus pertumbuhan rambut," ujar Yuksel.

Mengenai latihan otot, Yuksel mengatakan latihan multi-sendi seperti squat, deadlifts, dan lunges, meningkatkan testosteron. Imbasnya, malah memperburuk rambut rontok genetik, meski memang berkurangnya stres bisa berdampak positif terhadap rambut.

Ilustrasi melembapkan rambut. Foto: Shutterstock

Kemudian, penggunaan steroid merupakan merupakan kunci untuk yang ingin botak. Jadi, jauhi obat-obatan tersebut bila mau rambut tetap sehat.

Berita bagusnya, olahraga berat tidak secara langsung menyebabkan rambut rontok. Jadi, kebotakan tidak terjadi hanya karena olahraga berat, tetapi karena sejumlah faktor lain seperti gaya hidup, gen, tingkat hormon, dan obat-obatan seperti antidepresan.

Kerontokan rambut juga diklasifikasikan jadi dua: permanen dan sementara. Kebanyakan kerontokan rambut permanen adalah genetik, sedangkan yang sementara adalah kebanyakan lantaran gaya hidup.

Nah, soal olahraga berat berpengaruh terhadap kerontokan rambut, hal tersebut lebih disebabkan kurang merawat tubuh (kekurangan nutrisi seperti zat besi, vitamin, dan mineral) untuk mendukung latihan. (bob)