Konten dari Pengguna

Pelaku Pencabulan Santriwati Jombang Gunakan Ilmu Metafakta, Apa Itu Maksudnya?

Berita Viral

Berita Viral

Membahas isu-isu yang lagi viral

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

MSAT alias Mas Bchi, terduga pemerkosaan santri di Jombang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
MSAT alias Mas Bchi, terduga pemerkosaan santri di Jombang. Foto: Dok. Istimewa

Kasus pencabulan santriwati di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang dilakukan pria berinisial MSAT atau sering dipanggil Mas Bechi sempat menjadi sorotan publik Tanah Air. Apalagi, pelaku dikabarkan telah sembunyi selama 2 tahun dengan status tersangka.

Tidak hanya itu saja, ketika mencabuli para korban, pelaku dikabarkan menerapkan ilmu metafakta untuk melampiaskan hawa nafsunya. Nah, seperti apakah ilmu yang satu ini hingga mampu mengelabui para santriwati? Berikut penjelasannya!

Metafakta adalah Ilmu Sugesti

Metafakta dikabarkan digunakan Mas Bechi ketika mencabuli para santriwati. Namun, tahukah kamu apa maksud dan tujuan ilmu metafakta ini? Menurut berbagai sumber, metafakta merupakan ilmu sugesti yang digunakan untuk menuntun atau menyembuhkan pasien.

Ilustrasi hipnotis. Foto: Istimewa

Dalam dunia psikologi, metafakta dinilai hampir mirip dengan hipnotis. Namun, ilmu yang satu ini memiliki cara sendiri untuk melakukan sugesti kepada pasien. Nah, hal inilah yang dilakukan Mas Bechi hingga mampu dengan mudah mencabuli santriwati.

Bahkan, dilaporkan, para korban disuruh untuk membuka pakaian agar sugesti yang dilakukan pelaku bisa bekerja dengan baik. Di saat itulah, MSAT atau Mas Bechi melakukan aksi bejatnya dengan modus menyalurkan ilmu metafakta kepada santri.

Ilmu Metafakta Bisa Disalurkan dengan Musik

Praktik ilmu metafakta dikabarkan bisa dilakukan dalam berbagai cara, salah satunya melalui musik. Bahkan, penggunaan ilmu metafakta juga dianggap mampu menyembuhkan penyakit para pasien sembari menggunakan sugesti.

Ilustrasi bermain alat musik. Foto: Unsplash.com/Nutthaseth Vanchaichana

Dalam cara kerjanya, musik metafakta disebut disebut-sebut mampu mengumpulkan dan mengikat oksigen hingga membuat para pasien menjadi lebih nyaman atau rileks dalam pengobatan. Selain itu, praktik ilmu metafakta juga dikabarkan bisa melalui cara terapi, rokok, hingga menggunakan tongkat.

Cara-cara seperti inilah yang membuat Mas Bechi bisa mengelabui korban untuk melampiaskan hawa nafsunya. Apalagi, dikabarkan, pelaku pencabulan mewajibkan korban untuk telanjang bulat dengan alasan agar lebih mudah menyalurkan ilmu ke tubuh para santriwati.

Begitulah cara Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi yang merupakan pelaku pencabulan santriwati di Kabupaten Jombang. Ia dikabarkan menjalankan modus ilmu metafakta dengan mewajibkan para korban melepas pakaian alias telanjang bulat ketika melakukan pengobatan.

Kendati demikian, belum diketahui pasti apakah memang benar sang pelaku menguasai metafakta atau dalam dunia psikologi merupakan ilmu sugesti untuk membuat orang lebih rileks dan disebut-disebut bisa mengobati stres.

Itulah pengertian ilmu metafakta yang kini ramai diperbincangkan usai pelaku pencabulan MSAT dikabarkan menggunakan ilmu tersebut untuk mengelabui para korban santriwati. (fre)