Penyebab Adanya Angka Hoki dan Angka Sial

Membahas isu-isu yang lagi viral
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Viral tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerap kali terdengar sebutan angka hoki atau beruntung dan angka sial dalam kehidupan. Beberapa orang memang percaya bahwa sebagian angka membawa keberuntungan dan kesialan.
Mengutip Cultural Mixology, keberuntungan dan kesialan termasuk dalam sebuah kepercayaan. Hal tersebut berkaitan erat dengan budaya dan akibatnya muncul kepercayaan mengenai angka untung dan sial.
Penyebab munculnya angka hoki dan sial ada beragam, bisa karena kebudayaan, bahasa, atau agama, atau bahkan angka-angka penting. Terkadang angka berkaitan dengan cerita legenda, lainnya lagi karena homonim kata yang berkaitan dengan sial dan untung.
Seperti misalnya, di China angka empat dibaca “si” yang artinya mirip dengan kematian. Lantaran hal itu, empat menjadi angka sial. Berbagai tempat seperti gedung bertingkat atau ruangan rumah sakit, enggan menggunakan angka empat.
Selain itu, mengutip dari Cultural Mixology, berikut angka hoki dan sial yang ada di setiap negara.
Angka “7”
Amerika Serikat (AS) dan kebanyakan negara Eropa menganggap tujuh adalah angka hoki. Sebab, banyak yang percaya angka tujuh berkaitan dengan banyak hal, di antaranya hari ada tujuh, keajaiban dunia ada 7, dan sebagainya.
Angka yang sama dianggap sial di China, Vietnam, dan Thailand. Sebab, Juli, atau bulan ke-7 dikenal sebagai waktu di mana para hantu berkeliaran. Buat yang tidak menghormati tanggal tersebut, bisa-bisa dihantui oleh roh halus.
Angka “4”
Seperti yang sebelumnya disebutkan, angka empat di China dan Jepang dianggap sial karena mirip dengan kata "mati". Berbanding terbalik dengan Jerman, menganggap angka empat membawa keberuntungan karena semanggi berdaun empat sulit ditemukan.
Angka “8”
China dan Jepang menganggap angka delapan beruntung. Sebab, pelafalannya mirip kata sejahtera atau membuat uang. Selain itu, tidak seperti angka lain, delapan tidak terputus, membuatnya dianggap keberuntungan tak terhingga.
Namun, angka delapan dianggap sial oleh India. Pasalnya, angka tersebut dianggap garis tipis antara keberuntungan dan kesialan, kebaikan dan kejahatan, serta surga dan neraka.
Angka “39”
Negara-negara dengan mayoritas Katolik percaya bahwa 39 merupakan angka keberuntungan. Dua penyebabnya, yakni angka 39 dipercaya sebagai jumlah malaikat, juga sebagai bimbingan Tuhan.
Sementara di Afghanistan, angka 39 justru membawa sial menurut legenda kuno. Selain itu, pelafalannya juga mirip dengan morda gow alias sapi mati.
Angka “666”
Semua negara yang mayoritas beragama Kristen menganggap angka 666 membawa kesialan. Sebab, angka tersebut identik dengan angka iblis atau setan. Sementara China, justru menganggap 666 beruntung karena pelafalannya mirip "semua akan berjalan lancar".
Angka “3”
China dan kebanyakan negara di Eropa menganggap angka tiga membawa keberuntungan. Filosofinya, "semua hal baik harus ada tiga" atau juga adanya kepercayaan "tiga permintaan" yang sudah melegenda.
Hanya, angka satu ini membawa sial di Jepang dan Vietnam, seperti misalnya bila foto bertiga, yang tengah akan meninggal.
Angka “13”
Kebanyakan orang barat menganggap angka 13 sial dikarenakan berkaitan dengan hal gelap di masa lampau. Namun, buat Italia dan China, 13 justru membawa keberuntungan, khususnya untuk judi. (bob)
